Rehabilitasi Mangrove Demi Mengembalikan Peran Penting Ekosistem Pesisir

Pertanianku — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) sedang menyiapkan kegiatan rehabilitasi pesisir. Program ini rencananya akan dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia. Di dalamnya terdapat rehabilitasi mangrove, restorasi, dan beberapa kegiatan lain yang ditujukan untuk keberlanjutan ekosistem.

rehabilitasi mangrove
foto: Pixabay

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Pamuji Lestari, menjelaskan, pada 2021 telah dilakukan penanaman mangrove di 36 kabupaten/kota. Total luas area tanam pada program penanaman tersebut mencapai 1.371,6 hektare dengan upah padat karya Rp6.530.441.

Pada 2022 program rehabilitasi bukan hanya dilakukan untuk menanam mangrove, melainkan merestorasi dan mengembangkan ekosistem pesisir serta pelatihan dan bantuan sarana prasarana pengolahan produk turunan mangrove. Program-program tersebut dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengedepankan keberlanjutan ekosistem.

Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Muhammad Yusuf, menjelaskan, ekosistem mangrove berperan penting untuk wilayah pesisir. Kawasan mangrove menyimpan karbon terbesar, tetapi tingkat kerusakan mangrove saat ini cukup tinggi dan 42 persen CO2 berasal dari kerusakan mangrove.

Sebagian besar wilayah pesisir dan laut berada dalam kondisi yang terdegradasi. Hal tersebut disebabkan oleh pemanfaatan yang tidak ramah linkungan. Selain itu, sebagian lahan berubah menjadi peruntukan yang baru. Berbagai aktivitas di wilayah darat ataupun aktivitas di laut juga turut andil menyebabkan kondisi ekosistem mangrove menurun.

“Fokus KKP terhadap ekosistem mangrove adalah melakukan restorasi pada kawasan yang memiliki kerusakan tinggi dan menjadikan mangrove sebagai tempat edukasi. Selain itu, mangrove dapat diberdayakan oleh masyarakat untuk diolah sehingga dapat meningkatkan ekonomi di wilayah pesisir,” terang Yusuf seperti dilansir dari laman kkp.go.id.

Program rehabilitasi atau penanaman mangrove selaras dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Menteri KKP menekankan pentingnya ruang laut sebagai sumber kehidupan, bahan pangan, aktualisasi budaya, dan penopang perekonomian bangsa.

Baca Juga:  HPDKI Siapkan Hewan Kurban Bebas PMK