Rehabilitasi Mangrove untuk Kelestarian Lingkungan dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir

Pertanianku — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung program rehabilitasi mangrove nasional yang akan dijalankan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Upaya rehabilitasi tersebut bertujuan menjaga lingkungan pesisir sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

rehabilitasi mangrove

Program rehabilitasi mangrove sudah dimulai di Desa Tanjung Pasir, Tangerang, Banten. Area penanaman yang dipilih merupakan kawasan hutan lindung yang luasnya sekitar 168 hektare dan dikelola oleh Perum Perhutani.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama beberapa menteri lain dan pemerintah daerah turut hadir dalam acara peresmian program tersebut mendampingi Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

“Sesuai arahan Bapak Menko (Marves), soal mangrove ini, kita sebutnya mangrovisasi di wilayah pesisir. (Tujuannya) agar produksi mangrove meningkat dan lingkungan kita jadi lebih hebat. Intinya, KKP siap bekerja sama dan mendukung,” papar Trenggono seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Trenggono optimis program rehabilitasi mangrove bisa berjalan dengan baik karena ada banyak pihak yang dilibatkan dalam program tersebut, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Menurutnya, keberadaan hutan mangrove sangat penting untuk ekosistem lingkungan pesisir dan melindungi pemukiman warga pesisir dari abrasi dan gelombang tinggi. Tak hanya itu, hutan mangrove juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir karena akan ada banyak fauna dan flora yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Proses penanaman mangrove akan melibatkan masyarakat setempat sehingga kegiatan tersebut bisa menjadi sumber penghasilan mereka di tengah pandemi.

“Saya pikir ini adalah sesuatu yang harus dikembangkan. Tidak hanya di Tangerang, tapi juga wilayah Indonesia lainnya. Kami bersama-sama akan berupaya dengan beragam cara,” ujar Trenggono.

Rehabilitasi mangrove sebenarnya sudah digencarkan oleh pemerintah Indonesia sejak beberapa waktu lalu. Salah satu pihak yang turut serta menjalankan program tersebut adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Baca Juga:  Pembudidaya Ikan Harus Kreatif di Tengah Pandemi COVID-19

Sepanjang 2021, KKP menargetkan luas areal penanaman mangrove seluas 400 hektare. Target areal penanaman mangrove tersebut tersebar di berbagai pesisir Indonesia. Pada tahun lalu, KKP sudah berhasil menanam 2.975.129 batang mangrove dengan luas area tanam sekitar 448,18 hekatare.