Rehabilitasi Tanaman Jambu Mete yang Sudah Tidak Produktif

Pertanianku— Rehabilitasi dibutuhkan untuk memperbaiki tanaman jambu mete yang sudah tua, rusak, dan produksinya semakin menurun setiap tahunnya. Perbaikan tersebut tidak dilakukan dengan menggantikan tanaman lama dengan tanaman baru. Rehabilitasi dimaksudkan untuk memperbaiki populasi dan kondisi tanaman yang ada dengan penyulaman, penjarangan, dan pemangkasan. Berikut ini cara merehabilitasi tanaman jambu mete.

jambu mete
foto: Pixabay

Penjarangan

Penjarangan merupakan kegiatan menebang tanaman jambu mete yang kerdil, tidak produktif, dan terserang hama/penyakit. Dengan begitu, hanya tanaman yang sehat dan berproduksi dengan baik yang dibiarkan tumbuh. Penjarangan bertujuan membiarkan tanaman yang sehat memperoleh intensitas sinar matahari yang cukup, unsur hara, dan udara untuk tubuh.

Penjarangan dapat dilakukan dengan teknik selektif, selang-seling, atau barisan. Penjarangan selektif dilakukan pada tanaman yang tidak produktif/kerdil/sakit dan saling bersentuhan. Penjarangan selang-seling dilakukan secara beraturan setiap 1–3 tahun sekali pada pertanaman dengan jarak tanam 6 × 6 m.

Penjarangan dilakukan setelah panen dengan memperhatikan kondisi tanaman, seperti kerdil, sakit, tidak berbuah, kurang berbuah, dan pertumbuhan terhambat. Sebaiknya, penjarangan dilakukan sebelum musim hujan agar bekas penebangan bisa langsung dibakar dan dibersihkan.

Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan dengan memotong cabang atau ranting tanaman yang tidak berproduksi, ternaungi, sakit, dan mati. Pemangkasan bertujuan membuat tanaman jambu mete mendapatkan intensitas sinar matahari yang cukup, peredaran udara yang baik, dan memanfaatkan unsur hara.

Jenis-jenis pemangkasan yang dapat Anda lakukan antara lain pemangkasan bentuk dan pemangkasan pemeliharaan atau produktif.

Pada pemangkasan produktif terdiri atas tiga macam, yakni pemangkasan ringan, pemangkasan sedang, dan pemangkasan berat. Pemangkasan ringan dilakukan dengan membuang ranting dan tunas air. Pemangkasan sedang dilakukan dengan membuang cabang dan ranting. Terakhir, pemangkasan berat dilakukan dengan memotong/membuang cabang-cabang.

Baca Juga:  Fakta Unik si Hijau Kiwi, Jangan Kupas Kulit Buah Kiwi!

Bila pemangkasan dilakukan pada tanaman yang terkena penyakit atau hama, segera cuci alat pemangkasan dengan alkohol untuk mencegah penularan.

Pemangkasan dilakukan dengan memotong miring ke bawah sehingga air hujan tidak akan tergenang di bekas pemangkasan. Setelah itu, luka bekas pangkas diberi cat untuk menghindari penguapan dan serangan penyakit busuk.