Rekomendasi Tanaman Obat yang Mudah Ditanam di Pekarangan

Pertanianku— Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, bahkan beberapa di antaranya memiliki fungsi yang sangat bermanfaat, yakni sebagai obat alami. Memang, tidak semua jenis tanaman bisa ditanam dengan mudah, apalagi untuk pemula. Padahal, menanam tanaman obat di pekarangan rumah dapat mendatangkan berbagai keuntungan. Berikut ini beberapa jenis tanaman obat yang terbilang mudah ditanam.

tanaman obat
foto: Pixabay

Sambiloto

Orang-orang yang gemar mengonsumsi obat alami pasti kenal dengan sambiloto, tanaman yang terasa pahit ketika diesktrak. Daun sambiloto kaya akan kandungan senyawa Andrographolide. Senyawa ini adalah senyawa lakton diterpenoid bisiklik. Senyawa kimia dengan rasa pahit ini memiliki sifat melindungi hati (hepatoprotektif). Senyawa ini terbukti mampu melindungi hati dari efek negatif galaktosamin dan parasetamol.

Sambiloto juga berkhasiat menekan pertumbuhan sel kanker. Andrographolide mampu menurunkan ekspresi enzim CDK4 (cyclin dependent kinase 4).

Jambu biji

Jambu biji merupakan tanaman buah yang sangat mudah ditanam. Bahkan, tanaman ini bisa tumbuh liar dari biji-biji sisa yang dibuang di tanah. Tanaman ini tak hanya bagian buahnya yang bisa dimanfaatkan. Bagian tanaman yang lain, seperti daunnya, juga bisa menjadi obat alami.

Daun jambu biji yang masih muda berfungsi sebagai obat sakit perut. Ambil beberapa lembar daun yang masih muda, kemudian dicuci dan direbus. Minum rebusan daun jambu biji muda tersebut sekitar 3 kali sehari. Cara lainnya, yakni dengan memakan langsung daun muda (pucuk) jambu biji sebanyak 3 helai.

Jeruk nipis

Jeruk nipis merupakan buah yang banyak mengandung air dan kaya akan vitamin C. Pada bagian buah, daun, dan bunganya terkandung minyak limonin dan linalool. Jeruk nipis dengan khasiat tinggi adalah jeruk nipis yang masih segar, berkulit tipis, dan berwarna hijau kekuningan.

Baca Juga:  Asal-usul Pisang sebagai Buah Populer di Dunia

Bayam duri

Bayam duri berkhasiat sebagai obat radang saluran pernasapan, wasir, dan demam. Bayam duri kaya akan kandungan amarantin, rutin, kalium nitrat, piridoksin, zat besi, garam fosfat, serta vitamin A, C, dan K.

Cara meramunya cukup mudah. Seperempat genggam daun bayam duri dicuci bersih, digiling dengan 3 sendok makan air masak dan garam sedikit. Selanjutnya, peras dan saring lumatan untuk mendapatkan cairan bayam duri yang jernih. Cairan dapat diminum 2 kali sehari secara rutin.