Rencana Pendaftaran Melinjo sebagai Tanaman Asli Indonesia


Pertanianku — Melinjo merupakan tanaman asli Indonesia yang banyak ditemukan di DIY dan Banten, seperti dikatakan oleh Ketua Umum Kelompok Tani Nelayan Andalan, Winarno Tohir. Oleh karena itu, ia berencana untuk mendaftarkan melinjo ke Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai tanaman asli Indonesia.

Tanaman Asli Indonesia
Foto: Google Image

”Saya juga akan menyampaikan ke eselon satu di Kementerian Kehutanan atau Kementerian Pertanian agar melinjo dimasukkan dalam satu komoditi yang diakui dan dikembangkan,” kata Tohir seperti yang diwartakan Republika, Selasa (8/5).

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X berjanji akan membantu agar bibit melinjo disebarkan ke masyarakat untuk ditanam. Ia juga akan mengusulkan ke Kementerian Pertanian agar memberikan bibit melinjo secara nasional ke daerah-daerah di Indonesia.

”Sehingga bisa menjadi pendapatan petani sekaligus bisa mengurangi beban pemerintah,” kata Sri Sultan. ”Karena dengan mengonsumsi ekstrak melinjo, masyarakat menjadi sehat,” tambahnya.

Melinjo yang usianya tiga tahun, sudah berbuah tetapi belum banyak. Rata-rata melinjo sudah bisa berbuah banyak pada usia 10 hingga 15 tahun. Satu pohon melinjo yang sudah besar (usia 15 tahun) bisa menghasilkan 70—100 kilogram buah melinjo setiap kali panen.

Hasil penelitian Mitsuhiro Watanabe dari Keio University, Jepang, menyebutkan ada dua manfaat dari pembudidayaan melinjo. Pertama, bisa menambah pendapatan petani. Kedua, dari sisi kesehatan, dapat menjadi sumber makanan dan sebagai obat tradisional yang menyehatkan masyarakat Indonesia.

Dengan begitu, pemanfaatan melinjo bisa mengurangi biaya yang harus dikeluarkan pemerintah dalam hal menyehatkan masyarakat. Sehingga, masyarakat Indonesia bisa melakukan pengobatan murah dan terjangkau.

Baca Juga:  Efektif! Basmi Hama Ngengat dengan Cara Ini