Respons Kementan Terhadap Kenaikan Harga Ayam

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) langsung berkoordinasi untuk merespons kenaikan harga ayam guna menghindari kenaikan harga ayam broiler di tingkat produsen yang tidak wajar. Direktur Jenderal PKH, Nasrullah mengatakan bahwa Kementan telah berkumpul bersama stakeholder untuk mencari solusi permasalahan tersebut.

kenaikan harga ayam
foto: Pertanianku

“Pemerintah berupaya bergerak cepat dalam mengatasi kenaikan harga. Dengan mengumpulkan para stakeholder terkait agar dapat memastikan masalah dalam pakan ternak menjadi penting untuk dilakukan,” ungkap Nasrullah seperti dikutip dari laman ditjenpkh.pertanian.go.id.

Saat ini Ditjen PKH Kementan ingin mengetahui kondisi sebenarnya dan mencari penyebab kenaikan harga ayam. Pasalnya, ada dua faktor yang kemungkinan menjadi penyebabnya, yakni stok yang berkurang atau memang bersifat anomali.

Per 21 April 2021, harga ayam broiler di Jawa Barat paling rendah berada di Kabupaten Garut sebesar Rp18,417 per kg, sedangkan harga tertinggi di Kabupaten Pangandaran, dengan catatan harga di tingkat produsen sebesar Rp24.16 per kg. Rata-rata harga ayam di Jawa Barat berkisar Rp22.289 per kg.

Sementara itu, di Jawa Tengah tercatat harga paling rendah berada di Kabupaten Banjarnegara dengan harga Rp21.000 per kg, sedangkan harga tertinggi berada di Pati dengan harga Rp23.5000 per kg. Rata-rata harga ayam di Jawa Tengah mencapai Rp22.340 per kg.

Selanjutnya, di daerah Jawa Timur, harga ayam tercatat paling rendah berada di Kabupaten Magetan dengan harga Rp19.500 per kg dan harga tertinggi berada di Kabupaten Pasuruan dengan harga Rp24.000 per kg. Adapun total rata-rata harga ayam di Jawa Timur mencapai Rp21.494 per kg.

Dari ketiga wilayah tersebut dapat disimpulkan bahwa harga ayam broiler di tingkat produsen masih terbilang tinggi. Hal ini disebabkan oleh harga acuan dari Peraturan Menteri Perdagangan adalah Rp19.000 sampai dengan Rp21.000 per kg.

Baca Juga:  Jelang Lebaran 2021, Harga Pangan Terpantau Stabil

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Syailendra menjelaskan bahwa kenaikan pakan ternak dipengaruhi oleh kenaikan harga jagung yang memiliki kontribusi sebesar 40—50 persen terhadap harga jual pakan unggas.

“Maka, kenaikan tersebut akan berpengaruh pada harga pakan unggas dan harga ayam,” kata Syailendra.

Syailendra menjelaskan, harga pakan pabrik untuk Maret 2021 rata-rata mencapai Rp4.613, jumlah tersebut lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. Tentu saja hal tersebut diiringi dengan kenaikan harga jagung dikonversi ke kadar air 15 persen pada Maret 2021 mencapai Rp4.772 per kg.

Sementara itu, harga acuan pemerintah sesuai Permendag Nomor 07 tahun 2020 tentang harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan penjualan di tingkat konsumen paling tinggi adalah Rp4.500 untuk kadar air 15 persen di tingkat konsumen.