RI Belum Berencana Impor Garam Lagi


Pertanianku – Beberapa waktu lalu pemerintah memutuskan melakukan impor garam dari luar negeri guna memenuhi kebutuhan garam nasional ketika pasokan garam lokal mengalami kelangkaan. Sekretaris Jendral Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rifky E. Hardijanto mengatakan pemerintah belum ada rencana kembali mengimpor garam meski produksi nasional masih di bawah target.

Ia mengungkapkan, impor tak dilakukan agar garam produksi nasional masih bisa tetap terserap dengan baik. Lanjut Rifky, saat ini per Agustus 2017 produksi garam nasional sebanyak 55 ribu ton. Sementara, kebutuhan garam konsumsi saat ini sekitar 700 ribu ton per tahun.

“Iya, kita masih tunggu kondisi. Kita mau utamakan hasil lokal dulu. Tapi memang yang namanya impor dari jaman belanda kita udah impor garam,” terang Rifky beberapa waktu lalu, melansir dari Republika (23/8).

Lebih lanjut Rifky menjelaskan langkah impor juga tak dilakukan pemerintah karena saat ini cuaca kembali bagus. Mulai masuknya musim kemarau kata Rifky akan mendukung para petani garam lokal bisa memproduksi garam.

“Garam ini kan cepat panennya. Antara 7—10 hari udah panen. Kalau petani terlalu cepat ingin panen, maka rendemennya rendah. Kalau rendemen rendah, harga jatuh. Jadi petani harus menahan juga,” ungkapnya.

Baca Juga:  Produktivitas Kelapa Meningkat Tajam dengan Pupuk Ini
loading...
loading...