RI Datangkan Peneliti dari 14 Negara Bahas Hama Wereng


Pertanianku – Guna membahas cara pengendalian hama wereng yang banyak menyerang pertanian di Indonesia, sebanyak 50 peneliti bidang pertanian dari 14 negara anggota Asia Food and Agriculture Cooperative Initiative (AFACI) didatangkan ke Yogyakarta untuk membahas pengendalian hama wereng pada tanaman secara terpadu.

Foto: pixabay

“Kami akan mendiskusikan tentang pengelolaan hama penyakit secara terpadu terutama pada padi,” terang Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Prama Yufdy di sela acara AFACI Program Workshop on food Corps di Yogyakarta, belum lama ini, seperti diberitakan oleh Antara (27/9).

Sebanyak 50 peserta yang hadir berasal dari Korea, Bangladesh, Bhutan, Kamboja, Mongolia, Myanmar, Nepal, Srilanka, serta Vietnam. Menurut Prama, pada dasarnya seluruh negara anggota AFACI memiliki kondisi serangan hama wereng yang sama pada tanaman. Hanya saja, masing-masing negara memiliki cara yang berbeda untuk menanganinya.

Menurutnya, cara ini diharapkan kegiatan itu menjadi ajang bertukar informasi epidemiologi wereng dan virus-virus padi yang ditularkannya sehingga dapat dikembangkan strategi pengendalian dan pencegahan meluasnya serangan virus kerdil.

Kegiatan yang dilakukan antara lain meliputi pengamatan perkembangan wereng coklat dan virus kerdil di daerah endemis sehingga diperoleh informasi tingkat serangan dan populasinya, serta memberikan bimbingan pengetahuan tentang hama.

Selain mendiskusikan soal hama wereng sekaligus bagaimana pengendaliannya, menurut Prama, pertemuan itu juga akan mendiskusikan peningkatan stabilitas industri dan produksi kentang di kawasan Asia melalui dukungan teknologi terhadap produksi benih kentang yang sehat dan berkualitas.

“Dipilih kentang karena komoditas yang sama-sama dibudidayakan oleh negara-negara lain anggota AFACI. Kentang juga bermanfaat sebagai sumber karbohidrat alternatif selain beras,” tambahnya.

Selama pelaksanaan AFACI program Workshop on Food Crops tersebut, ia mengungkapkan, juga akan dilakukan kunjungan lapangan dengan melihat teknologi integrasi Mina Padi dan Ikan dengan sistem Jajar Legowo di Pakem, Kabupaten Sleman.

Baca Juga:  Wahana Baru di Kebun Binatang Monarto Adelaide Buat Merinding
loading...
loading...