RI Krisis Garam, Bagaimana Langkah Pemerintah?


Pertanianku – Guna mengatasi krisis garam di tanah air, pemerintah didesak untuk segera mengambil langkah cepat dan tepat sebagai solusi permasalahan yang kerap terjadi dan semakin memprihatinkan nasib para petani garam. Hal ini karena secara bersamaan, di hampir seluruh daerah penghasil garam, ketersediaan garam menjadi langka akibat gagal panen.

Stok yang langka, tak hanya membuat banyak pelaku industri garam gulung tikar. Bahkan, menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) Cucu Sutara, garam yang dikonsumsi masyarakat pun terancam langka akibat banyak produsen garam konsumsi yang kolaps tak bisa berproduksi karena kehabisan bahan baku.

“Saat ini banyak produsen garam konsumsi yang gulung tikar akibat tidak adanya garam sebagai bahan baku. Sehingga, terjadi perumahan karyawan di mana-mana,” kata Cucu sebagaimana mengutip Republika (26/7).

Di Gresik, Jawa Timur, terdapat lima industri yang harus mengurangi karyawan akibat tidak adanya bahan baku tersebut. Kondisi serupa, terjadi di Jawa Tengah. “Berapa ribu orang menganggur akibat nggak ada garam,” ucapnya.

Padahal, berdasarkan data yang ada, konsumsi garam di Indonesia per tahunnya sebanyak 3 kg per orang. Jadi, diperkirakan sebanyak 780 ribu ton garam langsung dimakan per tahunnya. “Krisis garam ini, membuat garam untuk industri dan konsumsi berebut,” ujarnya.

Cucu mengimbau, meminta pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi persoalan ini. Terlebih, harga garam di pasaran saat ini harganya naik hingga 10 kali lipat. “Itu juga memberatkan bagi industri, bagaimana mau bersaing dengan produk luar,” paparnya.

Saat ini pemerintah akan mengimpor garam untuk kebutuhan industri. Namun, jumlahnya tetap belum bisa memenuhi semua kebutuhan dalam negeri. “Itu juga nanti bulan depan katanya,” lanjutnya.

Baca Juga:  Kementan Bangun Kawasan Pertanian Modern Serpong

Ia pun berharap garam yang didatangkan dari luar negeri tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga harus memenuhi kebutuhan konsumsi. Pasalnya, masyarakat umum pun sangat membutuhkan kehadiran garam tersebut. “Untuk dikonsumsi. Sekarang di pasar-pasar nggak ada garam,” tutur Cucu.

Produsen garam konsumsi dari CV Keluarga, Gresik, Jatim, Subhan, menyebutkan  hampir semua produsen garam beryodium di Jatim sejak Januari sudah tutup. Sebab, tak ada bahan baku yang biasanya disuplai dari Madura.

“Sejak awal 2017 kami susah dapat bahan baku jadi produksi tutup. Saya sudah 27 tahun main garam belum pernah terjadi seperti ini,” katanya.

“Tahun ini, sampai kehabisan sama sekali,” kata Subhan. Bahkan, terdapat enam perusahaan garam yang besar di wilayahnya yang juga kehabisan bahan baku dan tak bisa berbuat apa-apa.

loading...
loading...