Ribuan Petani Tebu Datangi Istana Negara, Ada Apa Ya?


Pertanianku – Ribuan petani tebu mendatangi Istana Negara pada Senin (28/8). Ribuan petani tersebut menuntut pemerintah yang seolah tak berpihak kepada para petani tebu. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Sumitro Samadikun. Saat ini, gula petani tidak terserap maksimal karena disebut berada di bawah Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Kami juga ingin bertemu dengan Menteri Perdagangan dan Menteri BUMN,” ungkapnya seperti melansir dari Republika (29/8).

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah melakukan penyegelan terhadap gula petani dengan alasan tidak layak dijual. Padahal, menurutnya, petani mengirimkan tebu ke pabrik yang kebanyakan adalah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk digiling.

Petani juga memberikan 34 persen ke pabrik sebagai upah giling. Sementara, kualitas gula yang dihasilkan banyak dipengaruhi dari proses pengolahan pada pabrik tersebut.

Sumitro menegaskan, selain melakukan penyegelan dan merugikan rakyat, harus ditelusuri lebih jauh apakah gula tidak sesuai SNI tersebut adalah gula dari tebu para petani atau raw sugar yang merupakan impor.

“Kalau tebu, berarti petani yang dirugikan, kalau raw sugar berarti mengolahnya nggak benar,” tuturnya.

Baca Juga:  Kebun Binatang Bandung Melepasliarkan 40 Burung Jalak Kebo
loading...
loading...