Ribuan Pohon Pisang di Wonogiri Terserang Virus

Pertanianku — Ribuan pohon pisang raja bulu di Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, terserang virus. Karena serangan virus tersebut, jumlah produksi pisang di desa itu turun drastis.

Ribuan pohon pisang
Foto: Goofle Image by Waras Farm

Serangan virus mulai dirasakan sejak 2014 atau setahun setelah penanaman pohon pisang secara besar-besaran di Bumiharjo. Awalnya, virus menyerang sekitar 10 persen populasi pohon pisang yang ada atau sekitar 20.000 batang pohon. Jumlah itu bertambah setiap tahunnya.

“Sekarang mungkin dari 10 rumah, hanya pohon pisang di dua rumah yang selamat. Selebihnya mati saat tumbuh buah,” kata Kepala Desa Bumiharjo, Sugiyanto, seperti dilansir solopos.com.

Loading...

Ia menjelaskan, serangan virus terlihat sejak jantung pisang tumbuh. Saat sisir pisang dirasa cukup, petani biasanya memotong jantung pisang. Sejak itulah biasanya daun-daun mengering dan buah pisang menghitam. Petani kesulitan mendeteksi virus terhadap pohon pisang yang mereka tanam.

“Saat pohon masih kecil hingga besar semua tumbuh normal. Serangan virus hanya terlihat saat berbuah. Ini juga kadang bikin petani kecewa karena gagal panen,” jelasnya.

Ia menambahkan, berbagai upaya ditempuh untuk mengatasi serangan virus mulai dari menambahkan kapur hingga membongkar rumpun pisang yang terserang, lalu membakarnya. Kemudian petani menanami kembali pohon pisang varietas yang sama.

“Hasilnya panen perdana bagus. Tapi berikutnya selalu kena virus. Buah menjadi hitam dan pohon menguning sampai mati,” ungkap Sugiyanto.

Ia sudah melaporkan adanya serangan virus tersebut kepada Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, namun hingga kini belum ada solusi. Peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) juga pernah datang untuk mengkaji virus itu. Namun, belum ada formula yang tepat untuk menangani penyakit tersebut.

“Kami memiliki demplot berisi 800 batang pohon pisang pun habis diserang virus,” beber dia.

Baca Juga:  Menilik Agribisnis Kelapa Indonesia dan Produk Turunan

Akibat serangan virus, produksi buah pisang asal Bumiharjo turun. Kendati demikian, pemesanan bibit pohon pisang raja bulu masih berdatangan dari berbagai daerah, yakni Sukoharjo, Sragen, Wonogiri, Jatisrono, Kismantoro, Baturetno, dan lainnya.

am agar tidak keras. Namun, pada daerah yang sulit air, pemberian air bisa dilakukan dengan alat siram. Usahakan menggunakan alat siram yang memiliki lubang kecil hingga menghasilkan tetesan air yang lembut. Untuk hasil maksimal, siramlah tanaman jagung Anda secara rutin pagi dan sore hari. Jangan menyiram tanaman terlalu tinggi dari tanah agar tanah tetap gembur.

Perawatan tanaman jagung dalam hal ini adalah penyiangan atau membuang gulma. Sebaiknya, penyiangan dilakukan hingga bulan pertama atau saat tinggi tanaman kurang dari 75 cm. Setelah umur atau panjang 75 cm, Anda tidak perlu melakukan penyiangan.

Pemeliharaan semacam ini dilakukan karena setelah tinggi 75 cm kemampuan tanaman untuk menyerap unsur hara akan meningkat drastis. Jika dalam perawatan terjadi kerusakan akar, akan mengganggu tanaman.

Loading...
Loading...