Rumput Setaria, Pakan Hijauan Ternak yang Tahan di Musim Kemarau

PertaniankuRumput setaria atau Setaria sphacelata merupakan tanaman rumput tahunan yang berasal dari Australia. Saat ini rumput tersebut sudah tersebar di seluruh Indonesia dan sering dijadikan sebagai pakan hijauan ternak.

rumput setaria
foto: http://cybex.pertanian.go.id/

Keunggulan rumput setaria adalah daya tahan yang cukup baik di musim kemarau. Rumput ini juga mampu tumbuh dengan baik di lingkungan yang agak berair, asal bukan rawa-rawa. Tanaman ini tumbuh sepanjang tahun. Curah hujan yang cocok untuk pertumbuhan pakan hijauan ini berkisar antara 625—1.250 mm/tahun.

Rumput setaria berdaun lebar dan lembut. Daunnya berwarna hijau gelap, berbatang lunak dengan warna yang sedikit keungu-unguan di bagian pangkal batangnya yang pipih.

Di dalam rumput setaria mengandung protein kasar sebanyak 13,09 persen, serat kasar 32,5 persen, ekstra etor 2,8 persen, dan bahan ekstra tanpa nitrogen (BETN) 44,8 persen.

Produktivitas tanaman sangat bergantung pada umur pemotongan. Tanaman ini rata-rata mampu menghasilkan pakan hijauan sebanyak 80—100 ton per hektare per tahun.

Rumput bisa ditanam dengan tiga cara, di antaranya penyebaran benih, penanaman benih di dalam garitan, dan penanaman dengan sobekan rumput.

Penanaman dengan penyebaran benih dilakukan dengan menyebarkan benih-benih rumput setaria di atas lahan yang sudah diolah terlebih dahulu. Setelah itu, benih ditutup dengan lapisan tanah yang tipis.

Penanaman benih di dalam garitan dilakukan dengan membuat garitan terlebih dahulu sedalam 2—3 cm. Selanjutnya, benih ditebar ke dalam garitan tersebut dan ditutup kembali dengan tanah. Jarak antargaritan yang ideal sekitar 50 cm.

Tanah yang akan digunakan untuk bertanam harus diolah terlebih dahulu dengan cara penggemburan, penambahan pupuk dasar berupa pupuk kandang sebanyak 3—4 ton/hektare, serta membuat bedengan atau guludan. Jarak tanam antarlubang sekitar 40 × 50 cm.

Baca Juga:  Jurus Jitu Mencegah Kematian DOC Ayam Broiler Saat Tiba di Kandang

Selama proses pemeliharan, tanaman perlu diberikan pupuk susulan setiap dua bulan sekali. Pupuk yang diberikan berupa pupuk kandang sebanyak 50 kg/hektare.

Rumput setaria sudah bisa dipanen setelah berumur 35—40 hari. Panen dapat dilakukan dengan cara pemotongan pada bagian rumput sekitar 10—15 cm dari permukaan tanah. Pemotongan tersebut bertujuan menghasilkan anakan baru dari rumpun induk. Pemotongan sebaiknya dilakukan ketika rumput masih dalam tahap pertumbuhan vegetatif atau saat tanaman belum mengeluarkan bunga.