Rumput Steno Agrinak, Varietas Unggul untuk Pakan Ternak

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) baru saja melepas rumput steno agrinak (Stenotaphrum secundatum vat. Steno Agrinak) sebagai varietas unggul pakan ternak. Rumput steno agrinak dilepas berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No.12553/KPTS/HK.160/F/11/2020 tertanggal 26 November 2020.

rumput steno
foto: Pixabay

Nasrullah, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian berharap rumput steno agrinak bisa menjadi pendukung integrasi ternak dan tanaman. Rumput tersebut bisa ditanam pada lahan sisa yang berada di sekitar peternakan.

“Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Lolit Sei Putih dengan melakukan perbanyakan tanaman asal di bawah tegakan leguminosa pohon gamal, indigofera, kelapa sawit, dan cokelat,” tutur Nasrullah seperti dikutip dari laman ditjennak.pertanian.go.id.

Rumput steno agrinak menjadi tanaman pakan ternak pertama yang berhasil dilepas oleh Kementan. Pelepasan tersebut berdasarkan pengajuan yang dilakukan oleh Loka Penelitian Kambing Potong Sei Putih, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Sebelum dilepas, varietas tersebut sudah melalui tahap sidang evaluasi dan penilaian.

Keunggulan rumput pakan ternak ini adalah daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi naungan. Rumput steno juga bisa dikembangkan di mana saja, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi.

Sumber bibit rumput steno pertama kali didapatkan dari Gorontalo, Sulawesi. Bibit yang sudah terpilih diseleksi dan diujiadaptasikan di dua lokasi berbeda, yaitu Kebun Percobaan (KP) Loka Penelitian Kambing Potong Sei Putih di Deli Serdang dan Kebun Percobaan Gurgur di Toba Samosir. Kedua daerah tersebut memiliki elevasi yang berbeda.

Kebun percobaan di Deli Serdang terletak di dataran rendah dengan ketinggian 50—100 mdpl dan beriklim basah dengan curah hujan sekitar 1.200 mm/tahun. Sementara itu, kebun percobaan di Toba Samosir berada di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1.180 mdpl dan rataan curah hujan sekitar 32—167 mm/bulan.

Baca Juga:  Desain Kandang yang Ideal untuk Ternak Sapi

Berdasarkan hasil pengujian, rumput steno tumbuh lebih subur di dataran rendah dengan hasil sekitar 152,7 ton/hektare/tahun.

Keunggulan lain dari rumput steno ialah tingkat palatabilitas yang tinggi pada kambing boerka, sekitar 60,7—72,8 persen dan konsumsi bahan kering yang mencapai 3,25 persen dari bobot hidup.