Saat Ramadhan Blewah dan Timun Suri Laris di Pasaran

Pertanianku – Salah satu komoditas pangan yang banyak diburu saat puasa salah satunya adalah buah-buahan. Mayoritas penduduk Indonesia yang beragama muslim membuat jumlah permintaan komoditas ini meningkat di bulan saat puasa. Hal inilah yang membuat saat Ramadhan blewah dan timun suri laris di pasaran.

Saat Ramadha Blewah dan Timun Suri Laris di Pasaran

Sebagaimana dilansir dari DetikFinance (6/6), di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, salah satu buah yang paling banyak dicari pembeli saat Ramadhan blewah dan timun suri laris di pasaran. Jumlah permintaan untuk ketiga buah ini meningkat hingga 2–4 kali lipat dari biasanya.

Salah satu pedagang buah timun suri yang ada di Pasar Induk Kramat Jati mengatakan, saat Ramadhan blewah dan timun suri Laris di pasaran. peningkatan permintaan mencapai 3 kali lipat dalam 2 hari ini. Timun suri ini biasanya dipakai untuk dipakai buah campuran dalam es campur.

“Biasanya 1 truk/hari, 2 hari ini bisa sampai 2–3 truk. Biasanya habis sehari dan lebih cepat habis kalau bulan puasa. Kalau nggak bulan puasa malah nggak jualan timun suri, jualnya semangka,” kata Umar salah seorang pedagang buah.

Sementara itu, untuk buah yang lainnya seperti melon dan blewah juga mengalami kenaikan permintaan.

“Kalau biasa ngirim cuma 1 truk habisnya 2–3 hari. Kalau puasa 2 truk, habisnya bisa sehari,” ujar Umar.

Banyaknya permintaan membuat harga buah-buahan ini naik. Timun Suri yang biasanya jarang ditemui selain di bulan puasa meningkat harganya dari Rp5.000/kg menjadi Rp6.500/kg.

Saat Ramadha Blewah dan Timun Suri Laris di Pasaran

Buah Blewah yang biasanya dijual Rp3.500-4.000/kg di hari biasa, saat bulan puasa dijual Rp6.000-7000/kg. Hal yang sama juga berlaku untuk buah melon yang dijual Rp8.000-9.000/kg dari Rp.6.000-7000/kg di hari biasa.

“Ya kalau ada momen begini harus dimanfaatkan, Mas. Makanya ini namanya bulan penuh berkah. Dari 2 kuintal jadi 1 ton. Dari yang sekarung jadi 3–4 karung. Dari 2 hari belanja sekarang setiap hari. Biasanya seminggu ini permintaan naik. Tapi tergantung barang juga,” jelas salah satu pedagang melon di Pasar Induk Kramat Jati.

Baca Juga:  Indonesia dan Belgia Jalin Kerja Sama di Bidang Peternakan

Adapun buah-buahan ini umumnya berasal dari petani yang wilayahnya di pulau Jawa. Seperti dari Karawang, Rembang, Cilegon, Lamongan, Jember, Ngawi, dan Tuban.

Saat Ramadhan blewah dan timun suri Laris di pasaran. Momen bulan puasa ini pun dimanfaatkan oleh para pedagang untuk menjual buah-buahan musiman yang laris manis di bulan puasa. Bahkan ada yang sebelumnya berjualan buah mangga, namun ketika puasa beralih menjual timun suri dan melon demi memenuhi permintaan konsumen. Kenaikan jumlah permintaan ini biasanya terjadi pada H+7 puasa, dan akan kembali naik ketika H-7 lebaran.

Namun, ternyata tidak semua buah-buahan mengalami kenaikan permintaan di bulan puasa. Buah seperti jeruk medan dan melon golden tidak terpengaruh saat bulan puasa.

”Melon golden beda dengan melon biasa. Rasanya lebih renyah kayak pir. Tapi buah ini nggak ngaruh mau bulan puasa atau nggak. Karena yang nanam juga petaninya cuma kalau lagi ada bibitnya. Bibitnya kan mahal,” ucap salah seorang pedagang buah melon golden.
Masih di lokasi yang sama, jeruk medan juga tidak mengalami lonjakan permintaan di saat bulan puasa.  ”Jeruk nggak beda mau bulan puasa atau tidak. Yang ramai itu melon, blewah sama timun suri. Jeruk medan juga lagi susah nih, banyak pedagang lain yang jual jeruk dari daerah lain,” ungkap penjual melon golden.