Saatnya Melakukan Konservasi Terumbu Karang


Pertanianku – Hamparan terumbu karang berwarna-warni terlihat dari atas perahu yang melintasi kawasan Gosong Pasir di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Kawasan ini telah ditanami terumbu karang seluas 14,3 hektar dan akan terlihat sejumlah ikan berenang di sela-sela terumbu karang jika air sedang surut.

Saatnya Melakukan Konservasi Terumbu KarangTerumbu karang di Area Perlindungan Laut (APL) atau yang dikenal sebagai Padang Nemo ini merupakan hasil penanaman yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat setempat. Lokasi ini dulu merupakan tujuan wisata bahari, tetapi sejak 2014 lalu lokasi ini tertutup untuk aktivitas pariwisata atau penangkapan ikan.

Selama sekitar dua tahun, konservasi berhasil dilakukan di Gosong Pasir seluas 14,3 hektar. Target pada tahun ini seluruh kawasan APL, yaitu 16,7 hektar akan tertutup terumbu karang. Program konservasi terumbu karang melibatkan sejumlah warga yang merupakan bekas perusak terumbu karang, penjual karang hias, atau nelayan yang menghancurkan karang untuk menangkap ikan. Salah satunya adalah Mahmudin.

 

“Di sini kami menanam karang yang berasal dari luar Kepulauan Seribu, karena merupakan wilayah pembibitan, indukan untuk seluruh Kepulauan Seribu,” ujar Mahmudin. Menurut pengakuan Mahmudin, dulu ia merupakan pengambil karang di lautan dan menjualnya. Ia pun dulu menentang upaya konservasi, tetapi sejak 2003 lalu justru aktif melakukan upaya pemeliharaan terumbu karang.

“Saya pernah mengambil karang yang paling bagus dan mahal tapi kemudian tiba-tiba rusak, saya berusaha untuk menumbuhkan karang dan lama sekali tidak berhasil, dari situ saya baru sadar betapa sulitnya karang itu tumbuh, tetapi dulu saya dengan gampang mengambilnya,” ungkap Mahmudin. Selain Mahmudin, nelayan Kepulauan Seribu yang dulu seringkali merusak karang adalah Husen. Kini Husen juga aktif dalam program konservasi terumbu karang.

Baca Juga:  Wahana Baru di Kebun Binatang Monarto Adelaide Buat Merinding

“Saya dulu bisa dikatakan juga sebagai perusak, yaitu nelayan yang menggunakan jaring morami untuk menangkap ikan, tapi saya lalu belajar menanam karang dan sekarang tugas saya melarang orang mencari ikan di sini, saya sayang sekali pada karang ini,” tutur Husen. Kini, tugas Husen sendiri menjaga kawasan konservasi. “Tiap hari saya memarahi orang-orang yang mengambil ikan di sini, tapi saya tidak peduli dan tetap menjaga ini karena saya yang menanam ini,” ujar Husen.

loading...
loading...