Sagu Bukan Lagi Makanan Kelas Bawah


PertaniankuSagu bukan lagi makanan kelas bawah. Kini, sagu dijadikan sebagai pangan strategis sebagai pengganti pangan pokok di bumi Melayu. Hal tersebut karena menyadari Riau bukanlah daerah penghasil produksi pangan pokok, maka pemerintah daerah memutar otak untuk mengembangkan pangan lokal berbasis sagu.

Sagu bukan lagi makanan kelas bawah
Foto: Shutterstock4

Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Riau Darmansyah mengatakan pangan lokal sagu memiliki segala keunggulan dan daya saing yang sangat bagus. Baik itu, dari segi kesehatan, dengan nilai karbohidrat yang tinggi serta menghasilkan energi yang setara dengan beras.

“Jika dibandingkan dengan produksi padi, satu hektare sagu dapat menghasilkan pati 20—40 ton per hektare, sedangkan gabah rata-rata tujuh ton gabah per hektare,” kata Darmansyah, Rabu (8/8).

Menurut Darmansyah, produksi beras Riau saat ini hanya dapat mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 37,62 persen. Sementara, sisanya didatangkan dari provinsi tetangga seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara, Lampung, Palembang serta Pulau Jawa.

“Dengan kondisi ini, maka kita sudah sepantasnya beralih ke sagu. Bahkan, satu pohon sagu ini dapat memenuhi kebutuhan konsumsi satu orang dewasa selama satu tahun. Dari sini saja, sudah terbentuk bekal ketahanan pangan masyarakat Riau melalui sagu,” ujarnya.

Darmansyah juga menuturkan, sagu bukanlah makanan yang bisa dipandang sebelah mata. Bahkan, makanan variasi sagu sudah bermunculan. Mulai dari sagu yang diolah menjadi mi, jajanan pasar, kerupuk, dan sebagainya. Sagu juga sudah menjadi buah tangan bagi para wisatawan yang berdatangan ke Riau.

“Sagu itu bukan lagi makanan kelas bawah, saat ini sudah banyak ditemukan hotel-hotel dan kafe yang menyediakan varian makanan sagu. Jadi, sagu bukanlah makanan murahan yang bisa dipandang sebelah mata,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ciri-ciri Kedelai dengan Kualitas Bagus

Perkebunan sagu banyak terdapat di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan luas areal mencapai 11.700 hektare milik perusahaan dan 60.562 hektare milik rakyat. Hasil produksi tepung sagu di Riau pada 2017 sendiri mencapai 300.755 ton. Sagu unggulan Riau ini sendiri bisa menjadi beragam olahan makanan yang lezat dan bergizi.