Sagu Dikembangkan Untuk Ketahanan Pangan


Pertanianku – Pemerintah Indonesia diharapkan fokus terhadap pengembangan dan budidaya sagu sebagai tanaman pangan masa depan daerah pesisir untuk mendukung program pemerintah yakni ketahanan pangan.

Sagu Dikembangkan Untuk Ketahanan Pangan

Sebagaimana dikutip Antaranews (27/4), “Indonesia, adalah salah satu negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki banyak wilayah pesisir seperti rawa, gambut basah dan memiliki kandungan air asin, seharusnya pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap sagu yang bersifat adaptif dan membutuhkan sedikit perawatan dalam membudidayakannya,” jelas Ma’mun Murod, Kadishut Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Kepulauan Meranti yang terletak di pesisir timur pulau Sumatera adalah salah satu Kawasan Pengembangan Ketahanan Pangan Nasional.  Daerah ini sebagian besar adalah rawa-rawa gambut, maka dari itu, sagu merupakan pilihan yang tepat, karena mampu beradaptasi dengan tanah yang memiliki kandungan air asin, membutuhkan sedikit perawatan, dan memilik tingkat produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan tanaman pangan atau tanaman karbohidrat lainnya dalam kondisi tersebut.

“Penanaman sagu di daerah lahan gambut kepulauan Meranti tidak hanya berhasil mencegah subsiden, namun juga memungkinkan konservasi flora dan fauna yang ada di areal tersebut. Hal ini karena dalam proses penanaman sagu di lahan gambut, pelaku tidak harus melakukan land clearing,” ungkap Prof Dr IrHasyim Bintoro, M Agr, ahli sagu dari Universitas IPB.

saat ini perkembangan konsesi sagu rakyat di Kepulauan ini mencapai kurang lebih 42,000 hektar pada 2016 dari hanya sekitar 30,000 hektar pada 2011 ditambah lagi dengan sekitar 68 kilang sagu yang masih aktif.

Walaupun areal sagu di Meranti sangatlah kecil dibandingkan dengan luas areal sagu nasional yang mencapai 5,5 juta hektar, namun, kepulauan Meranti memiliki tingkat produktivitas sagu yang paling tinggi dengan angka produksi tepung sagu 440,000 ton/ tahun dari angka produksi nasional yaitu 523,000 ton/ tahun. Selain itu, Meranti juga menjadi penyumbang produk olahan sagu terbesar di seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Kebun Binatang Bandung Melepasliarkan 40 Burung Jalak Kebo

“Kepulauan Meranti memang tidak luas, hanya sekitar 3.707,84 km2, tapi Pemerintah setempat sangat serius dalam menggarap budidaya sagu dan tidak hanya mengandalkan pada cuaca. Rencana kami adalah mengembangkan areal sagu menjadi 140,000 hektar dan menjadikan Kepulauan Meranti sebagai cluster sagu. Kedepan, kami berharap sagu di Meranti tidak hanya dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat tapi sekaligus menjadi komoditas pangan nasional,” tutur Hasyim Bintoro.

Ma’mun Murod menambahkan, setiap tahunnya Pemkab Meranti juga rutin mengadakan workshop bagi para petani sagu binaan untuk peningkatan wawasan yang dimulai dari pembibitan, pemeliharaan, hingga pengelolaan. Pemkab Meranti bahkan bekerja sama dengan Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) untuk mengatasi kurangnya pengetahuan masyarakat setempat dalam pengolahan, pengemasan serta pemasaran produk sagu. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi tingkat kriminalitas, dan meningkatkan pendapatan masyarakat Meranti.

loading...
loading...