Sambung Pucuk Cocok untuk Budidaya Buah Alpukat


Pertanianku — Indonesia punya dua alpukat (avokad) unggulan, yakni alpukat mentega dan hijau panjang. Sayangnya penyebaran kedua alpukat ungulan itu terbatas di Jawa Barat dan Jawa Timur. Faktor penyebabnya sangat klasik, masih merupakan tanaman pekarangan. Padahal, budidaya buah alpukat intensifnya sudah siap, mulai dari pemilihan bibit sampai penanggulangan hama dan penyakit.

budidaya buah alpukat
Foto: Pixabay

Alpukat paling bagus diperbanyak dengan cara sambung pucuk. Hasil perbanyakannya bisa berbuah pada umur 5—7 tahun. Khusus untuk alpukat hijau panjang, penanaman bisa dari biji, tetapi baru berbuah pada umur 8—10 tahun.

Jika sambung pucuk, batang bawah diambil dari bibit asal biji yang telah tua. Tujuannya, agar tanaman tumbuh kekar, lurus dan sehat. Ukuran bibitnya sebesar pensil dan berumur 2—4 bulan. Keping biji tanaman masih melekat utuh pada leher batang. Batang atas diambil dari bagian ujung cabang primer atau sekunder. Sebaiknya diambil dari varietas unggul, seperti hijau panjang atau mentega.

Bibit yang berumur 6—8 bulan dan tinggi 75—100 cm dapat Anda tanam. Saat penanaman, akar tunggang tidak boleh terlipat. Sebaiknya dipotong 20 cm di bawah leher batang. Diharapkan tanaman dapat tumbuh kekar dan pendek.

Jarak tanam 10 m × 12 m atau 12 m × 12 m. Lubang tanam berukuran 60 cm × 60 cm × 50 cm. Lubang dapat dibuat 2 minggu sebelumnya agar gas-gas beracun hilang. Lapisan tanah atas (setebal 20 cm) dipisahkan dengan lapisan bawah. Kemudian dicampur pupuk kandang 40 kg baru dimasukkan ke lubang. Untuk mencegah tanaman alpukat layu, pakai pupuk kandang atau kompos yang sudah matang.

Lubang tanam siap dimasuki bibit alpukat, segera timbun kembali dengan tanah lapisan atas. Saat memasukkan, tanah sebaiknya ditekan miring ke arah akar. Dengan demikian munculnya rongga di tanah bisa dihindari. Rongga ini kelak terisi air sehingga aerasi jelek. Bahkan lama-kelamaan dijadikan sarang semut merah.

Baca Juga:  Tips Mudah Menanam Anggur Brazil di Polibag

Perawatan pohon alpukat

Perawatan rutin yang dilakukan ialah pemangkasan agar tanaman alpukat tetap pendek karena alpukat tidak tahan tiupan angin. Pemangkasan dilakukan di tahun pertama dan kedua sehingga muncul banyak cabang. Cabang sakit, terserang penggerek, tidak produktif, atau tumbuh benalu juga dibuang.

Imbangi pemangkasan itu dengan pemupukan. Pupuk berupa kompos atau NPK. Dosisnya 200—500 gram per pohon, tergantung umur dan kondisi lahan. Tahun pertama diberikan NPK 200g meningkat sampai 500 gram per tanaman pada umur 3 tahun. Pemberiannya 4 kali selang 3 bulan. Bila tanaman alpukat mulai berbuah, NPK cukup diberikan 2 kali, sebelum berbunga dan setelah panen.

Penyakit yang kerap menyerang alpukat ialah Phytophthora cinnamomi, antraknosa, dan burik. Cara mengatasinya, yaitu dengan menyemprotkan fungisida Benlate 0,2%, Velimex 0,25%, Cuprafit 0,5% atau dapat dicegah dengan memberikan kompos ditambah aktivator Harmony BS dan Harmony P.