Sanitasi Bibit pada Budidaya Pisang

Pertanianku Budidaya pisang memang mudah dilakukan. Pisang dikenal sebagai tanaman yang tidak rewel karena tidak memerlukan syarat tumbuh dan perawatan yang rumit. Selain itu, rasanya yang enak dan harga yang terjangkau membuat buah ini populer sehingga banyak dibudidayakan.

Sebelum melakukan penanaman pada budidaya pisang, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pisang biasanya dibudidayakan dari tunas-tunas atau anakan pohon pisang dewasa. Satu pohon induk biasanya memiliki 7—9 tunas. Jika terlalu banyak, dapat dilakukan penjarangan.

Tinggi anakan sekitar 1—1,5 m dengan lebar 15—20 cm. tinggi bibit akan berpengaruh terhadap jumlah sisir pisang tiap tandan. Lebih baik, gunakan bibit yang sudah mempunyai bakal bunga dalam bonggol.

Sebelum bibit ditanam pada media tanam, bibit harus dibersihkan dari hama dan penyakit. Sanitasi bibit sebelum tanam mengikuti langkah-langkah sebagai berikut.

Setelah dipotong, tanah yang menempel pada akar harus dibersihkan. Anda dapat menggunakan air untuk membersihkan tanah tersebut, tetapi jangan direndam. Kemudian, simpan bibit di tempat teduh selama satu hingga dua hari agar luka-luka pada umbi mengering. Daun-daun yang sudah melebar sebaiknya dibuang.

Jika sudah disimpan, bibit sebaiknya direndam sampai batas leher batang dengan insektisida 0,5—1 persen selama sepuluh menit. Selanjutnya, bibit harus dikeringkan kembali dengan cara diangin-anginkan.

Jika tidak ingin menggunakan insektisida atau insektisida tidak tersedia, Anda dapat merendam bibit umbi tersebut pada air mengalir selama 48 jam atau dua hari.

Perhatikan lokasi penanaman. Jika sudah terdapat nematode di lokasi tersebut, rendam umbi bibit dalam air panas selama beberapa menit.

Setelah melakukan sanitasi umbi pisang yang akan dijadikan bibit, langkah berikutnya adalah melakukan penentuan  pola tanaman. Budidaya pisang dapat dilakukan dengan sistem tumpang sari, yaitu menanam jenis tanaman lain di sela-sela tanaman pisang.

Baca Juga:  Begini Cara Memilih Jambu Biji yang Baik

Tanaman tumpang sari yang dapat digunakan adalah sayur-sayuran atau tanaman pangan semusim. Selain memudahkan, penanaman tanaman ini juga bisa Anda lakukan dengan menanam tanaman komersil dan menjualnya sekaligus ketika menjual hasil panen pisang.

Di wilayah Asia yang memiliki curah hujan tinggi, tanaman pisang biasa ditanam di perkebunan. Budidaya pisang akan dilakukan berdampingan dengan budidaya kopi, kakao, kelapa, dan pinang.

Loading...