Sapi Cacingan, Kenali Jenis dan Cara Pencegahannya

Pertanianku— Cacing merupakan parasit yang dapat menginfeksi dan berkembang biak di dalam tubuh sapi. Sapi yang terinfeksi cacing sering disebut cacingan. Sapi cacingan akan mengalami hambatan pada pertumbuhannya sehingga cacing tidak bisa tumbuh dengan normal. Berikut ini pembahasan lebih jelas mengenai beberapa jenis cacing yang dapat menginfeksi tubuh sapi beserta dengan cara pencegahan dan pengobatannya.

sapi cacingan
foto: pertanianku

Cacing hati

Cacing hati atau Fasciola hepatica dapat menyerang sapi di berbagai umur. Sapi yang sudah terinfeksi cacing hati akan tampak lesu, kurus, dan pucat. Berat badan sapi juga terpantau terus menurun. Kadang-kadang sapi terlihat menjadi busung di beberapa bagian tertentu.

Cacing hati dapat ditularkan melalui pakan dan air minum. Cacing ini cukup banyak terdapat pada dedaunan atau rumput yang sudah tertular larva cacing.

Serangan parasit cacing dapat dicegah dengan membasmi bekicot dan siput. Bekicot dan siput menjadi perantara cacing hati yang wajib Anda waspadai. Berikan copper sulphate di lapangan penggembalaan. Sapi yang sudah terinfeksi dapat diobati dengan Hexachlorophene.

Cacing perut

Ada beberapa jenis cacing yang dapat hidup di dalam perut sapi atau amomasum dan usus. Cacing tersebut merupakan Parasitic Gastro Enteritis yang menimbulkan gangguan penyakit, seperti radang, gangguan pencernaan, anemi, dan sebagainya. Cacing jenis ini lebih sering menginfeksi sapi yang masih muda.

Sapi yang sudah terinfeksi cacing perut akan tampak pucat karena kekurangan darah, pertumbuhan melambat, berat badan menurun, dan kotoran yang keluar encer seperti diare.

Cacing perut dapat dicegah dengan mengurangi tingkat kepadatan populasi sapi di dalam kandang dan di lapangan penggembalaan, pakan yang diberikan harus bersih, dan berikan obat cacing Anthelimintic secara periodik.

Baca Juga:  Dua Hal yang Harus Diperhatikan Saat Perkawinan Pertama Domba

Cacing paru-paru

Cacing akan bertelur dan tinggal di paru-paru sapi. Setelah itu, cacing akan berpindah ke dalam perut atau alat pencernaan. Sapi yang sudah terinfeksi cacing paru-paru akan mengalami batuk secara berulang-ulang, kemudian pernapasannya menjadi lebih cepat, kondisi tubuh ternak menurun, dan sapi terlihat menjadi kurus karena kehilangan berat badan.

Cacing ini menular lewat pakan yang sudah tercemar oleh larva. Untuk mencegah infeksi cacing paru-paru, Anda perlu memberikan air minum yang bersih, hindari penggunaan pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi yang sudah terinfeksi cacing. Gunakan pakan yang baik dan berikan obat Anthelmintic.