Sapi Kembung, Perut Bagian Kiri Terasa Membesar

Pertanianku— Sama seperti manusia, sapi juga dapat mengalami kembung karena kesalahan saat pemberian pakan. Sapi kembung disebabkan oleh adanya fermentasi mikrobia rumen terhadap pakan yang masuk dan membentuk gas. Gas tersebut tidak bisa dikeluarkan sehingga tertahan di dalam perut sapi.

sapi kembung
foto: Pertanianku

Penyebab sapi kembung adalah pemberian pakan jenis leguminose dengan kadar protein yang tinggi dalam jumlah banyak. Kembung juga terjadi jika sapi selalu diberikan pakan rumput yang dipanen pada pagi hari dan masih banyak mengandung embun di bagian permukaan rumput.

Tanda awal dari kondisi kembung adalah perut bagian kiri sapi terasa seperti membesar. Terasa seperti ada udara yang mengisi dan empuk. Sapi juga akan mengalami penurunan nafsu makan, mengalami gangguan saat bernapas, mengeluarkan ingus dari hidungnya, tubuh terlihat gemetar, dan sapi sulit berdiri.

Jika didengar secara sepintas, kembung memang bukan merupakan penyakit berbahaya. Akan tetapi, tidak untuk sapi. Gas yang menumpuk di dalam perut akan mengakibatkan desakan yang kuat dan mendorong sekat dada yang berfungsi sebagai pemisah isi perut dan dada.

Di dalam dada tersebut terdapat paru-paru dan hati sehingga desakan tersebut akan menyebabkan gangguan pada pernapasan dan sirkulasi darah. Desakan tersebut juga akan menyebabkan munculnya busa yang sulit dikeluarkan oleh sapi. Dampak buruk dari penyakit kembung pada sapi adalah kematian.

Jika sapi sudah terindikasi kembung, segera beri minum minyak yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan. Biasanya, minyak yang digunakan adalah minyak kacang tanah sebanyak 0,6 liter dan minyak terpentin sebanyak 28 cc. Minyak tersebut bisa menghancurkan buih yang berbentuk gas di dalam perut sapi.

Bila kembung sudah semakin parah, perut sapi bagian sebelah kiri harus ditusuk dengan menggunakan trocar dan cannula untuk mengeluarkan gas. Penusukan dilakukan di bagian tulang rusuk yang terakhir atau pada bagian ujung pinggang. Luka bekas penusukan harus diobati dengan yodium.

Baca Juga:  Prospek Cerah Ternak Jangkrik

Namun, cara ini sebaiknya tidak dilakukan sendiri karena sangat berisiko. Segera panggil dokter hewan agar tindakan penusukan dilakukan oleh orang yang lebih ahli.

Untuk mencegah penyakit kembung, sebaiknya jangan berikan pakan dari jenis leguminose terlalu banyak. Pakan leguminose cukup diberikan paling banyak sekitar 50 persen saja.