Sarana dan Prasarana Budidaya Belut


Pertanianku   Sebelum melakukan usaha budi daya belut, komponen utama yang harus diperhatikan selain wadah adalah media pemeliharaan. Keberhasilan dari pemijahan induk, penetasan telur, dan pemeliharaan benih sangat dipengaruhi oleh kecocokan media.

Pengetahuan Dasar Budidaya Belut

Media pemeliharaan sebaiknya sesuai atau minimal hampir sama dengan habitat asli belut. Jika media sudah cocok, 50% keberhasilan usaha pembenihan ditentukan oleh faktor-faktor lain seperti kualitas air, suhu, dan ketenangan.

Untuk menyesuaikan wadah dengan habitat asli belut, media budi daya harus berupa substrat yang homogen dan memenuhi beberapa persyaratan, yaitu subur, gembur, tidak beracun/ mengandung logam berat, tidak mengandung benda-benda kasar dan tajam, dan cukup nutrisi. Pada umumnya, media yang digunakan dalam budi daya belut terdiri dari beberapa campuran berbagai macam bahan, antara lain air, lumpur, jerami, bekatul, pupuk kandang, dan gedebong pisang.

  • Lumpur, merupakan media utama bagi habitat belut setelah air.
  • Jerami, berfungsi membantu pelumpuran sehingga membuat lumpur yang berperan sebagai media utamanya akan lebih subur, gembur, dan banyak mengandung nutrisi.
  • Bekatul, merupakan serbuk kulit ari beras hasil penggilingan padi yang kaya akan vitamin B.
  • Pupuk kandang, berfungsi untuk memperkaya kandungan mikroorganisme yang menguntungkan bagi kehidupan belut. Pupuk kandang yang akan digunakan sebaiknya sudah matang agar gas metana yang ada di dalamnya hilang.
  • Gedebong pisang, sangat baik untuk campuran media karena banyak mengandung plankton yang dibutuhkan oleh belut.
  • Air, bisa berasal dari air sumur atau air tanah. Karena belut menyukai daerah yang teduh maka kadar keasaman air (pH) media tidak boleh lebih dari 7 dan suhunya tidak terlalu panas.

 

Sarana lain yang dibutuhkan dalam budi daya belut sebagai berikut.

Baca Juga:  Pemerintah Susun Kebijakan Persusuan Nasional Demi Kemaslahatan Bersama

 

  • Pompa air, biasa digunakan jika kolam pemeliharaan tidak mendapat suplai air alami, dari sungai misalnya. Biasanya di daerah perumahan sudah menggunakan pompa untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
  • Selang, untuk mengalirkan air ke dalam wadah. Diameter selang jangan terlalu besar sehingga tidak mengusik ketenangan belut, yaitu sekitar 0,5—1 inci atau disesuaikan dengan besarnya wadah pemeliharaan.
  • Ember, digunakan sebagai wadah penampungan sementara belut saat panen.
  • Paranet, digunakan untuk menutup wadah pemeliharaan agar belut terhindar dari hewan pemangsa seperti luar.
  • Jaring halus, dipasang di sisi dan dasar wadah, kemudian diikatdi masing-masing ujung kolam. Jaring ini dipasang bertujuan untuk memudahkan pemanenan total.
  • pH meter, digunakan untuk mengukur kadar pH.
  • Timbangan, digunakan untuk meninjau pertumbuhan belut ataupun menimbang belut hasil panen.
  • Termometer, digunakan untuk mengukur suhu media.
  • Serokan, digunakan untuk mengambil belut dari dalam wadah, baik saat pemeliharaan ataupun pemanenan.

Sumber: Buku Meraup Rupiah Dari Teras Rumah

loading...
loading...