Sawit Indonesia di Bawah Standar Kualitas Dunia


Pertanianku — Sertifikasi di bidang perkebunan sawit yang dianut Indonesia adalah ISPO (Indonesian Suistanable Palm Oil System). Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan seluruh perkebunan sawit yang beroperasi di Indonesia harus sudah bersertikat ISPO.

Foto: pixabay

Namun, justru ini yang menjadi masalah. Sebab, Uni Eropa belum mengakui sertifikasi ISPO ini. ISPO sendiri memang masih terbilang baru. Hal ini seperti yang diungkapkan Dirjen Perkebunan Kementan, Bambang.

“Bukan tidak diakui, ini upaya Indonesia untuk meyakinkan pasar internasional. Bahwa kelapa sawit dilaksanakan dengan tata kelola dan kaidah teknis yang baik, tidak mempekerjakan ibu hamil dan anak di bawah umur. Untuk membuktikan bahwa sawit kita dilaksanakan dengan ramah lingkungan,” katanya ditemui di Kementan, Jakarta, Senin (29/8) seperti dilansir Detikfinance.

Perihal setifikasi ISPO ini terdapat 77 syarat yang harus terpenuhi oleh pengelola perkebunan sawit yang antara lain mencakup pengelolaan kelestarian lingkungan, kelengkapan perizinan, tanggung jawab sosial, dan tanggung jawab ke pekerja.

Sertifikasi ISPO juga baru tercapai 16,7% dari total 11,9 juta hektare perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Tentunya, hal ini akan mendorong pemerintah untuk lebih giat lagi menggalakkan penerapan sertifikasi IPO.

“Kelapa sawit kita sebenarnya sudah dilaksanakan dengan upaya ramah lingkungan. Ada pihak-pihak tertentu yang mungkin melaksanakan dengan tidak baik, tapi kita akan buktikan dengan sertifikasi ISPO,” ujar Bambang.

Bambang juga menyebut, sawit cukup berperan dalam mengatasi lahan terlantar akibat illegal logging. Bahkan, limbahnya pun bisa dijadikan sebagai sumber energi listrik.

“Sebenarnya sawit sudah baik, bekas illegal logging sawit masuk, sehingga menghasilkan TBS (tandan buah segar) yang diolah jadi CPO, menambah besar ke pemasukan negara, bahkan limbahnya bisa jadi energi listrik. Bisa memberikan kontribusi ekonomi bagi negara,” jelas Bambang.

Baca Juga:  Kementan Kembalikan Kejayaan Kelapa Tanah Air
loading...
loading...