Sayur Sebagai Komoditas Ekonomi


Pertanianku – Pepatah Cina kuno menyatakan “Apabila ingin bahagia selama hidup, buatlah taman yang indah”. Pepatah ini ada benarnya mengingat arti penting taman dalam sebuah rumah tinggal. Taman yang indah mampu membangkitkan semangat dan memberikan inspirasi bagi yang memandangnya. Tidak hanya itu, jika elemen lunak taman berupa tanaman yang bisa dimanfaatkan hasilnya, fungsi taman akan bertambah. Tanaman sayur merupakan contoh elemen lunak taman yang mempunyai fungsi ganda. Di satu sisi, penampilannya cukup memberikan impresi dan ketika dipanen, dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan.

tanaman sayur terung

Berdasarkan ukuran luas, pekarangan rumah (garden) di Indonesia dapat dikategorikan menjadi 3 jenis, sebagai berikut.

  1. Pekarangan sempit, biasanya berada di tengah kota (urban area). Pemanfaatan lahannya cukup sebagai suplemen kebutuhan sayur sehari-hari.
  2. Pekarangan sedang, biasanya berada di pinggiran kota (suburban area). Pemanfaatan pekarangan ini umumnya untuk memenuhi kebutuhan sayur sehari-hari dalam jumlah yang lebih banyak.
  3. Pekarangan luas, biasanya ada di pedesaan (rural area). Selain untuk kebutuhan sehari-hari, pekarangan ini pun bisa dimanfaatkan menanam sayur berorientasi pasar.

Dalam waktu pendek, manfaat ekonomi yang diperoleh dari penanaman sayur di taman dapat mengurangi pengeluaran untuk belanja sayur sehari-hari. Dengan demikian, uangnya dapat dipergunakan untuk keperluan lainnya. Sementara manfaat ekonomi jangka panjang adalah penghematan biaya kesehatan. Dengan mengonsumsi sayur yang ditanam dari kebun sendiri, tubuh kita akan menjadi sehat dan bugar. Manfaat ekonomi penting lainnya adalah dapat menikmati indahnya taman pada saat-saat santai di rumah tanpa harus mengeluarkan biaya rekreasi ke luar rumah.

Baca Juga:  Cara Mudah Menanam Kangkung Hidroponik di Baskom