Sayuran Organik Bentuknya Tak Sempurna? Ini Penyebabnya!


Pertanianku Sayuran organik saat ini selalu menjadi pilihan masyarakat modern karena dipercaya lebih sehat dan bebas pestisida. Selain itu, selama ini kebanyakan dari kita pasti memilih sayur atau buah-buahan yang tampak menarik dengan bentuk sempurna, namun pernahkah Anda melihat sayuran organik dengan bentuk tidak sempurna?

sayuran organik
Foto: Pixabay

Memang hal tersebut seringkali membuat Anda berpikir dua kali untuk membelinya. Kendati demikian, tahukah Anda bahwa hal itu merupakan proses alami dalam budidaya organik?

Dilansir dari Jitu News, CEO pasar online pangan organik, Tantyo Bangun berpendapat bahwa sayuran organik yang berbeda bentuk tidak akan memengaruhi rasa ataupun cara Anda memasak.

Hanya saja, dalam budidayanya sayuran organik ini ditanam dengan menggunakan proses alami sehingga setiap prosesnya pun alami dan tidak bisa dijamin bentuknya sempurna 100 persen.

“Permupukan dengan pupuk alami mengandung kadar N yang lebih rendah bila dibandingkan dengan pupuk kimia. Unsur N penting dalam pembentukan jaringan tumbuhan, sehingga pada pertanian konvensional yang menggunakan NPK tanamannya bisa besar-besar dan hasilnya banyak. Namun, pupuk kimia kurang baik terhadap lingkungan karena mudah larut dalam air yang bila hanyut ke sungai dapat mencemari lingkungan,” katanya seperti dilansir laman Liputan6.

Selain itu, Tantya juga mengungkapkan, pada budidaya organik tidak menggunakan zat racun pembunuh hama atau yang kita kenal dengan pestisida. Umumnya, petani organik menggunakan tumbuh-tumbuhan khusus untuk mengusir serangga, yaitu pestisida nabati.

Akan tetapi, tidak semua serangga terusir dan beberapa yang masih bertahan akan memakan sayuran para petani tersebut. Hal inilah yang menimbulkan kerusakan pada sayuran sekaligus menjadi tanda bahwa pertaniannya tidak menggunakan pestisida.

“Bentuk nggak masalah dalam pertanian organik karena 10 persen bentuk bisa tidak sempurna. Yang penting, sayuran segar, sehat untuk anak dan keluarga,” tandanya.

Baca Juga:  5 Cara Mudah Membuat Bibit F1 Media Gabah untuk Jamur Tiram