Sebanyak 33.000 Keramba di Waduk Jati Luhur Siap Dibersihkan


Pertanianku – Bendungan Ir. H. Djuanda atau yang lebih dikenal masyarakat dengan Waduk Jatiluhur memang sangatlah penting bagi kelangsungan hidup masyarakat. Salah satunya, sebagai sumber air baku untuk minum masyaraat Jabodetabek. Bahkan, waduk ini juga dimanfaatkan oleh para petani keramba. Kini, keberadaan petani keramba semakin meningkat.

“Keramba itu ada 33.000, yang selama ini mereka sudah merusak (kualitas air) bendungan,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono belum lama ini seperti mengutip Kompas (19/7).

Oleh karena itu, Basuki memberikan perintah pada Perum Jasa Tirta II, selaku pengelola bendungan yang telah dibangun sejak 1957 untuk dibersihkan.

Sebenarnya Basuki mengatakan, tidak setuju dengan keberadaan petani keramba. Hanya saja, jumlahnya harus diatur dan dibatasi, sesuai dengan kepasitas yang dapat ditampung oleh bendungan itu sendiri.

“Kalau sudah 33.000 pasti sudah merusak kualitas air, tinggal siapa yang mau berenang di sana, karena akan amis. Padahal, itu untuk air minum kita,” ungkapnya.

“Dengan Satgas Keramba ini, mudah-mudahan 2018 sudah bersih,” tambahnya lagi.

Untuk itu, Kementerian PUPR memberikan solusi dan tengah berkonsultasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menyediakan pasokan ikan yang cukup bagi petani keramba yang nantinya akan dialih profesi.

“Dengan riset dari Ibu Susi, kita kembangkan ikan tangkap di Jatiluhur. Tapi pasti dengan kapasitas yang dapat ditampung di Jatiluhur,” tuturnya.

Baca Juga:  Ini Penyebab Ribuan Hektare Lahan Tebu Terbangkalai
loading...
loading...