Sebanyak 443 Burung Langka Diamankan Polda Jember


Pertanianku — Kepolisian Daerah Jawa Timur mengamankan sebanyak 443 burung langka yang dilindungi. Burung-burung tersebut diamankan dari sebuah perusahaan penangkaran, yakni CV Bintang Terang di Kabupaten Jember.

burung langka
Foto: Pixabay

“Izin operasional CV Bintang Terang di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember sebagai lokasi penangkaran burung sudah mati sejak 2015. Namun, masih tetap operasional dan menampung burung langka dari luar yang diduga ilegal,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol. Luki Hermawan di Jember, dikutip dari Republika, Selasa (9/10).

Perusahaan yang berada di Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari tersebut menjalankan usaha penangkarannya. Akan tetapi, pembeli burung langka yang dilindungi itu kebanyakan dari luar negeri. Diduga, transaksi tersebut ilegal.

“Polda akan bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Jawa Timur untuk membedakan mana burung hasil penangkaran dan burung yang dibeli dari luar,” ungkapnya.

Berdasarkan penuturan Luki, barang bukti berupa burung langka tersebut dititipkan di lokasi penangkaran milik PT Bintang Terang dengan mendapat pengamanan yang ketat dari aparat kepolisian dan sebagian dititipkan di BKSDA Jatim yang berada di Sidoarjo.

“Seluruh barang bukti tidak bisa dibawa untuk penyidikan karena dikhawatirkan akan stres dan berdampak pada kesehatan burung langka tersebut. Kami juga mendapat laporan ada burung yang mati sehingga kami akan memantau laporan perkembangan itu,” katanya.

Polda Jatim menetapkan pemilik penangkaran berinisial LDA sebagai tersangka yang dijerat dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayat Pasal 21. Ancaman hukumannya pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Kepala Balai Besar KSDA Jatim, Nandang Prihadi menyebutkan, sebanyak 35 ekor burung dititipkan di lembaga konservasi dan 10 ekor dibawa ke Kantor Balai Besar KSDA Jatim. Sementara, sisanya masih dititipkan di penangkaran CV Bintang Terang dengan pengamanan dari aparat kepolisian.

Baca Juga:  Petani Bisa Untung Berkali Lipat dengan Pertanian Modern

“Kami masih mengidentifikasi satwa mana saja hasil penangkaran dan hasil perdagangan ilegal seperti yang disampaikan Bapak Kapolda Jatim bahwa ada satwa yang dibeli dari pasar ilegal tersebut,” ujarnya.

Ratusan burung yang diamankan tersebut terdiri atas 11 jenis burung, yakni 212 ekor nuri bayan (eclectus roratus), 99 kakatua besar jambul kuning (cacatua galerita), 23 ekor kakatua jambul orange (cacatua moluccensis), 82 ekor kakatua govin (cacatua goffiniana), dan 5 kakatua raja.

Seekor kakatua alba, seekor jalak putih, 6 ekor burung dara mahkota (gaura victoria), 4 ekor nuri merah kepala hitam (loriyus lory), 6 ekor anakan nuri bayan, dan 6 nuri merah.