Sebaran Gas Beracun Gunung Agung Meluas


Pertanianku — Diketahui, sebaran gas beracun Gunung Agung meluas. Fakta tersebut terekam oleh satelit metereologi National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) milik Amerika Serikat. Gas beracun tersebut berupa Sulfur Dioksida (SO2).

Sebaran gas beracun gunung agung meluas
Google Image

Dilansir dari laman resminya nnvl.noaa.gov, rekaman satelit Aura NASA menunjukkan adanya konsentrasi SO2 yang tinggi sejak Senin (27/11), di langit Pulau Bali, sebagian Jawa hingga ke Surabaya dan Kepulauan Madura.

“(Sebaran abu vulkanik) Ini bisa menjadi peringatan dini,” tulis NOAA dikutip Selasa, (28/11).

Berdasarkan pantauan satelit ini juga diketahui konsentrasi abu tertinggi ditemukan di sebelah Timur Pulau Bali pada Senin pagi.

Tulisan NOAA juga menjelaskan, setelah dilepaskan biasanya SO2 dapat berubah menjadi partikel aerosol sulfat kecil. Ini dapat mengubah kecerahan awan dan memengaruhi pola presipitasi regional.

SO2 atau belerang dioksida diketahui merupakan senyawa beracun dengan bau menyengat. Dalam prosesnya, jika SO2 bertemu dengan senyawa lain di udara maka ia bisa membentuk hujan asam.

Sebelumnya, terhitung Senin, 27 November 2017, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menetapkan status ‘awas’ untuk Gunung Agung. Gunung ini diyakini akan meletus berdasarkan sejumlah indikator yang muncul yakni munculnya semburan api, abu vulkanik, dan dentuman di dalam liang kawah.

Ribuan warga telah diungsikan dan peringatan aktivitas penerbangan pun telah disampaikan untuk menghindari dampak lanjutan dari erupsi Gunung Agung.

Baca Juga:  Dugaan Penyebab Belasan Kambing Mati Misterius di Gunungkidul