Sebentar Lagi Bulan Puasa, Waktunya Menanam Blewah

Pertanianku — Buah blewah lebih mudah dijumpai ketika bulan puasa karena buah ini sering diolah menjadi minuman manis yang bergizi serta dapat mengembalikan energi setelah berpuasa sehari penuh. Petani blewah biasanya sudah menyiapkan buah sejak beberapa bulan sebelum bulan puasa agar blewah bisa dipanen di bulan puasa. Cara menanam blewah terbilang cukup mudah dilakukan apabila Anda mengetahui cara yang benar.

menanam blewah
foto: Pixabay

Anda bisa menanam blewah sendiri di pekarangan rumah atau di lahan lain sebagai persediaan di bulan puasa untuk konsumsi pribadi atau dijual.

Sebelum menanam blewah, Anda harus memastikan musim yang sedang berlangsung. Pasalnya, pada musim hujan tanaman blewah lebih mudah terserang penyakit daun dan layu. Anda harus mengantisipasi kejadian tersebut dengan cara melakukan pemantauan setiap hari.

Penanaman yang dilakukan di musim hujan harus didukung dengan guludan yang lebih tinggi dan lebar, serta diberikan naungan dari plastik transparan seperti model sungkup atau rumah kaca. Naungan dari plastik tersebut berfungsi melindungi tanaman dari terpaan air hujan yang berlebihan.

Anda bisa memperkirakan waktu tanam dengan menghitung mundur 2,5—3 bulan sebelum masa panen yang diinginkan tiba.

Blewah dapat ditanam dengan dua model, yakni penanaman dengan menggunakan perambatan pada ajir dan menjalarkan tanaman di atas tanah. Berat blewah per buah mencapai lebih dari 2 kg, tidak semua bakal buah dibiarkan tumbuh, hanya sekitar 3—4 bakal buah yang bisa ditumbuhkan, sisanya dibuang (penjarangan buah). Namun, pada umumnya petani lebih sering menanam blewah tanpa ajir.

Tanaman blewah dibiarkan tumbuh menjalar di atas tanah atau mulsa yang terbuat dari jerami kering. Seluruh pentil buah dibiarkan tumbuh tanpa adanya pengaturan sehingga mutu buah yang dihasilkan cenderung kurang bagus.

Baca Juga:  Teknik Pemeraman Buah Pisang

Pola tanam tanpa ajir sebenarnya memiliki banyak risiko, mulai dari buah muda yang mudah busuk, mudah diserang tikus, kotor, hingga tanamannya mudah rusak karena genangan air hujan atau siraman. Oleh karena itu, pola tanam yang tidak menggunakan ajir harus dilengkapi dengan proses pemeliharaan yang tepat.

Pemeliharaan yang tepat dilakukan dengan cara mengatur tanaman menjalar searah, mengurangi jumlah buah, mengatasi serangan hama, dan mencegah tanaman bercabang terlalu banyak.