Seberapa Pentingkah Jamur?


Pertanianku – Aktivitas jamur atau fungi dapat ditinjau dari dua sisi yang berlainan, yaitu merusak dan berguna. Aktivitas ‘merusak’ dari fungi berakibat sakitnya manusia, tumbuhan, serta hewan atau rusaknya benda-benda sehingga merugikan bagi manusia. Namun, akibat dari aktivitas ‘merusak’ pulalah  yang membuat fungi berperan sebagai dekomposer dan memiliki pengaruh besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam. Aktivitas ‘merusak’ tersebut dalam perkembangannya dapat menguntungkan. Misalnya, pemanfaatan fungi parasit untuk pengendalian hayati patogen atau hama tanaman. Fungi juga dapat dimanfatkan secara langsung bagi manusia. Misalnya, jamur merang serta jamur kuping yang dapat dimakan langsung.

Pentingnya Jamur

Dalam ekologi hutan, peranan fungi dapat ditinjau melalui saprob, parasit, bahan makanan, dan simbion. Jamur saprofit berperan penting sebagai perombak bahan-bahan berselulosa dan berlignin, seperti kayu. Karbondioksida yang dihasilkan melalui perombakan tersebut merupakan sumbangan yang sangat berarti dalam siklus karbon pada ekosistem hutan. Jamur parasit dapat mengakibatkan sakitnya tanaman hutan, tetapi perannya bagi masyarakat hutan tidak begitu besar. Beberapa jenis jamur dapat menjadi sumber makanan bagi berbagai bentuk kehidupan dalam hutan.

Namun, ada juga jamur yang beracun. Selain itu, ada yang memiliki peran penting dalam meningkatkan ketegaran tanaman hutan untuk menghadapi deraan lingkungan biotik maupun abiotik, yaitu mikoriza yang merupakan struktur hasil asosiasi akar tanaman hutan dengan fungi simbion.

Banyak jenis fungi yang dimanfaatkan dalam kegiatan bioteknologi di bidang industri, pertanian, dan farmasi. Fungi yang telah dimanfaatkan dalam bidang industri, antara lain Saccharomyces cerevisiae (penghasil alkohol atau karbondioksida), Penicillium chrysogenus (penghasil antibiotika penisilin), Cephalosporium acremomium (penghasil antibiotika sefalosporin), dan Rhizopus (jamur tempe).

Beberapa fungi lain menghasilkan enzim ekstraseluler yang dimanfaatkan dalam industri. Sebagai contoh, enzim amiloglukosidase untuk menghidrolisis pati menjadi glukosa (Rhizopus oryzae), enzim amilase untuk merombak pati dan dekstrin menjadi maltosa serta maltotriosa, digunakan dalam industri roti (Aspergillus oryzae), enzim protease untuk menghidrolisis rangkaian peptida, digunakan dalam pembuatan keju dan roti (Aspergillus oryzae), serta enzim lipase untuk memecah lemak menjadi gliserol dan asam lemak, diperlukan dalam industri deterjen (Penicillium roquefortii). Selulase adalah enzim ekstraseluler lain yang dihasilkan oleh fungi, berguna untuk merombak selulosa dan menghasilkan rantai linear glukosa.

Secara umum fungi penghasil selulase disebut fungi selulolitik. Penyebaran fungi ini dalam dunia fungi sangat luas. Kemampuan selulolitik yang kuat ditemukan pada fungi-fungi dari Hymenomycetes dan Gasteromycetes, Basidiomycotina seperti Agaricales, Aphylloporales, dan Lycorpedales. Pemanfaatan fungi selulolitik untuk menangani limbah saat ini telahmendapat perhatian berbagai kalangan.

 

Sumber: Buku Paduan Lengkap Jamur

loading...
loading...