Sederet Alasan untuk Segera Menggunakan Pupuk Organik

Pertanianku — Saat ini marak kontroversi penggunaan bahan-bahan agrokimia pada pupuk dan pestisida. Namun, satu sisi bahan-bahan tersebut dibutuhkan untuk mendukung produksi pangan. Ada banyak dampak buruk dari pupuk dan pestisida kimia sehingga perlu dilakukan pembatasan penggunaannya. Di Eropa dan Australia, pembatasan dilakukan hingga 50 persen, sisanya kebutuhan pupuk dipenuhi dari pupuk organik dan pupuk hayati.

pupuk organik
foto: Pertanianku

Berikut ini sederet alasan agar Anda segera menggunakan pupuk organik.

Pemanasan global

Dampak dari penggunaan bahan agrokimia yang sudah berlangsung selama dekade terakhir sudah terlihat. Penggunaan produk-produk tersebut berdampak langsung pada keberlanjutan lingkungan dan kesehatan, seperti pencemaran senyawa pestisida dan limbah industri yang sulit terurai.

Hal serupa juga terjadi pada residu pupuk kimia anorganik. Indonesia menjadi penyumbang gas rumah kaca ketiga terbesar di dunia. Setelah dilakukan studi oleh US EPA (2006), sumber emisi terbesar ketiga berasal dari sektor pertanian.

Emisi GRK (gas rumah kaca) di sektor pertanian dapat dilakukan dengan tidak membakar lahan saat pembukaan lahan pertanian, mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia lalu mensubstitusi dengan substansi biologi, menerapkan teknologi untuk mengurangi emisi karbon, serta mengembangkan lahan-lahan kritis untuk budidaya pertanian.

Menurunnya kualitas lahan

Setelah Revolusi Hijau yang mengedepankan penggunaan pupuk dan pestisida kimia muncul beberapa masalah baru pada sektor pertanian. Salah satunya penyusutan lahan pertanian di Indonesia yang mencapai 110 ribu hektare per tahun.

Revolusi Hijau membuat penggunaan pupuk kimia meningkat enam kali lipat, bahkan beberapa petani menggunakan pupuk urea (N) secara berlebihan. Kondisi tersebut membuat tanah menjadi jenuh karena adanya residu pupuk dan limbah logam berat. Gambaran ini menjadi perhatian penting untuk berbagai pihak untuk memperbaiki produktivitas lahan dan kesehatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah kembali pada sistem pertanian organik.

Baca Juga:  Budidaya Kopi Organik Melindungi Komoditas dari Kontaminasi Glisofat

Pembenah tanah

Kondisi tanah yang telah mengalami penurunan atau degradasi kesuburan atau terkena cemaran perlu diberikan pembenah tanah berupa pupuk organik. Degradasi tidak hanya disebabkan oleh penggunaan pupuk dan pestisida berbahan kimia, tetapi juga karena erosi dan pengolahan lahan yang tidak tepat. Saat kandungan humus di dalam tanah berkurang, lambat laun tanah akan menjadi keras, kompak, dan bergumpal seperti tanah lempung.