Sederet Keuntungan dari Budidaya Rajungan

Pertanianku— Rajungan atau Portunus pelagicus sering dikenal dengan nama dagang sebagai blue swimming crab. Saat ini budidaya rajungan sudah berkembang pesat. Teknologi pembenihan dan pembesaran rajungan sudah berhasil dikembangkan oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara.

budidaya rajungan
foto: Pertanianku

Budidaya rajungan telah menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan. Anda bisa mendapatkan beberapa keuntungan dari aktivitas budidaya rajungan.

Bernilai ekonomi

Rajungan merupakan komoditas perikanan yang bernilai ekonomi dan menjadi salah satu komoditas ekspor hasil tangkapan dari laut. Oleh karena itu, rajungan sangat berpotensial untuk terus dibudidayakan.

Mudah beradaptasi

Rajungan mudah beradaptasi pada daerah dengan suhu dan salintias yang beragam. Bahkan, rajungan dapat bertahan di suhu 35°C dengan tingkat salinitas yang mencapai 43 persen. Kondisi tersebut dapat ditemukan di Teluk Palk, India. Di Jepang, biota laut ini banyak ditemukan berkembang pada daerah dengan suhu di atas 18°C. Namun, rajungan lebih suka berada pada daerah dengan salinitas yang berkisar 30—40 persen.

Habitat asli rajungan cukup beragam, mulai dari daerah pantai dengan dasar pasir yang bercampur rumput laut hingga di laut-laut terbuka. Rajungan juga dapat ditemukan di daerah bakau dan tambak air payau yang berdekatan dengan air laut. Rajungan berukuran lebih kecil sering dijumpai pada perairan dekat pantai, sedangkan yang berukuran lebih besar dapat ditemukan di perairan jernih yang jauh dari pantai.

Dapat memijah sepanjang tahun

Rajungan dapat memijah sepanjang tahun sehingga jumlah populasi biota laut ini tidak akan terkendala karena induk dapat bertelur setiap saat. Namun, puncak pemijahan induk sangat ditentukan dengan letak geografis daerah yang ditinggali rajungan.

Jumlah sel telur yang sangat tinggi

Baca Juga:  Tak Ada Perencanaan, Kesalahan Usaha Budidaya Ikan Gurami yang Sering Terjadi

Kemampuan memijah yang terjadi sepanjang tahun juga diiringi dengan jumlah sel telur yang tinggi, dapat mencapai lebih dari satu juta telur per induk. Pada habitat aslinya, kondisi produktivitas yang tinggi ini merupakan keseimbangan terhadap tingkat kehilangan yang sangat besar selama masa kehidupan dan masa burayak yang panjang.

Namun, untuk bidang budidaya, tentunya tingkat produktivitas yang tinggi ini dapat menjadi potensi yang besar untuk produksi bibit atau benih rajungan.