Sederet Manfaat Inovasi Rumah Ikan

Pertanianku— Inovasi rumah ikan sudah dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Provinsi Jawa Timur sejak 2011. Ada sekitar 10.246 modul rumah ikan yang ditenggelamkan di 18 kabupaten/kota seperti Banyuwangi, Probolinggo, Situbondo, Tuban, dan lain-lain. Kini, inovasi tersebut berbuah manis, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Ridwan Mulyana, menilai, inovasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi nelayan setempat.

rumah ikan
foto: kkp.go.id

Selain itu, rumah ikan membawa pengaruh positif untuk daerah lain yang mengikuti jejak keberhasilannya, termasuk badan swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Rumah ikan tumbuh sebagai area pemijahan dan asuhan anak-anak ikan. Wisatawan pun bisa memberi makan ikan, spot memancing, dan terapi ikan. Tentunya, inovasi ini mendatangkan manfaat untuk menjaga stok ikan dan tambahan pendapatan bagi nelayan dari kegiatan hobi para pemancing. Itu artinya ekonomi dan ekologi seimbang untuk mewujudkan ekonomi biru,” jelas Ridwan seperti dilansir dari laman kkp.go.id.

Rumah ikan terdiri atas modul-modul yang disusun berkoloni di dasar laut yang landai. Inovasi ini tersusun dari bahan material partisi yang terbuat dari molding dengan pemberat berbahan cor semen dan dikembangkan oleh BPPI Semarang. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Timur juga mengembangkan rumah ikan dengan penebaran benih kerapu setelah 1–2 tahun rumah ikan ditenggelamkan.

Di Kabupaten Banyuwangi, menurut data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur terdapat 2.154 unit modul rumah ikan.

Menurut Subkordinator Pengelolaan Sumber Daya Ikan DKP Provinsi Jawa Timur, Wahyuni Lestari Ningsih, terdapat peningkatan hasil tangkapan mencapai 400 ton atau meningkat 31 persen dari tahun sebelumnya di Banyuwangi.

Kelompok Usaha Bersama (KUB) Randu Ranta yang terletak di Kecamatan Paiton, Probolinggo menjadi salah satu KUB yang mendapatkan bantuan rumah ikan dari APBD Provinsi Jawa Timur. Ketua KUB Randu Ranta, Nurhadi, menjelaskan, bantuan tersebut berhasil mendatangkan manfaat bagi masyarakat. Nurhadi mengatakan minat wisatawan untuk memancing di kawasan tersebut meningkat cukup tinggi.

Baca Juga:  Tindakan untuk Mengatasi Penyakit Mulut dan Kuku yang Merebak Kembali

Pemancing bisa datang 3 kali dalam satu pekan. Setiap anggota KUB yang mengantar pemancing diberi bayaran sekitar Rp300 ribu. Waktu perjalanan untuk memancing dimulai dari subuh hingga makan siang.