Sederet Manfaat Kulit Nanas yang Sering Terbuang Sia-sia

Pertanianku — Biasanya, produsen olahan buah dari buah nanas menghasilkan limbah kulit nanas dalam jumlah yang besar. Kulit nanas sering kali terbuang karena terlihat tidak bermanfaat. Padahal, di balik limbah buah ini tersimpan berbagai manfaat yang sangat berguna untuk kepentingan makhluk hidup, seperti manusia, tanaman, dan hewan. Berikut ini beberapa produk yang dapat dibuat dari kulit nanas.

kulit nanas
foto: Pixabay

Pupuk untuk tanaman

Kulit nanas dapat diolah kembali menjadi pupuk organik cair (POC) yang dapat menyuburkan tanaman. Cara pembuatannya sangat mudah. Anda hanya perlu mencampur 6 kg kulit nanas, 2 kg kotoran ayam, 17 gram ragi, 200 gram gula merah, dan 6 liter air bersih. Simpan campuran hingga seluruh bahan organik tersebut terurai. Limbah nanas ini kaya unsur nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.

Handsanitizer

Ketika pandemi Covid-19 menyerang dunia, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan lebih tinggi terhadap serangan virus. Handsanitizer menjadi salah satu senjata untuk menjaga kebersihan. Limbah buah nanas dapat dimanfaatkan menjadi larutan untuk membersihkan tangan dari berbagai bakteri dan virus.

Handsanitizer dapat dibuat dari campuran alkohol, H2O2, gliserin, parfum, serta pewarna dengan ekstrak kulit nanas. Hasilnya, handsanitizer tersebut efektif menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

Bioethanol

Limbah buah nanas ini ternyata berpotensi menjadi bahan baku pembuatan bioethanol. Fakta tersebut berasal dari hasil penelitian Harimbi Setyawati dan Nanik Astuti Rahman dari Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional, Malang, Jawa Timur.

Di dalam limbah buah ini mengandung karbohidrat sebanyak 17,53 persen dan gula 13,65 persen. Jumlah tersebut tergolong tinggi sehingga membuat kulit nanas memungkinkan  untuk diolah menjadi bioethanol. Bioethanol dibuat melalui fermentasi.

Baca Juga:  Pohon Gaharu, Komoditas Mahal yang Tidak Begitu Kuat Cahaya Matahari

Bioethanol berasal dari gula hasil fermentasi sel khamir. Khamir yang digunakan adalah Saccharomyces cerevisiae. Berdasarkan hasil riset, fermentasi limbah nanas dengan 30 gram S. cerevisiae selama 10 hari dapat menghasilkan 3,965 persen bioethanol.

Pakan ternak

Bagian kulit dan serat perasan daging buah nanas dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk ternak ruminansia. Pakan ini menjadi sumber energi yang potensial dan mengandung serat (NDF) yang tinggi. Pakan alternatif ini dapat ditambahkan sebanyak 10–20 persen ke dalam pakan.