Sederet Manfaat Tandan Kosong Kelapa Sawit

Pertanianku Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah padat dari industri kelapa sawit. Di dalamnya terdapat abu 15 persen, selulosa 40 persen, lignin 21 persen, dan hemiselulosa 24 persen. Limbah TKKS masih memiliki manfaat yang bernilai ekonomi. Berikut ini manfaat limbah tandan kosong kelapa sawit.

tanda kosong kelapa sawit
foto: pixabay

Pupuk organik

TKKS dapat dimanfaatkan sebagai sumber pupuk organik yang mengandung unsur hara. Pupuk organik dari limbah sawit ini dapat membuat pekebun sawit menghemat pupuk sintesis sampai 50 persen.

Limbah TKKS bisa Anda olah menjadi pupuk kompos dan pupuk kalium. Pupuk kompos  merupakan bahan organik yang sudah mengalami proses fermentasi atau dekomposisi oleh mikroorganisme. Untuk membuat kompos, limbah perlu dicacah terlebih dahulu menjadi serpihan dengan menggunakan mesin pencacah.

Kompos TKKS bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah berlempung menjadi ringan, membantu kelarutan unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman, bersifat homogen dan mengurangi risiko sebagai pembawa hama tanaman, pupuk tidak mudah tercuci oleh air, serta bisa diaplikasikan pada sembarangan musim.

Sementara itu, pupuk kalium dari limbah padat sawit ini dibuat dengan cara dibakar untuk menghasilkan abu tandan. Biaya pengolahan pupuk kalium dari TKKS relatif lebih rendah dibanding harga pupuk KCl.

Bahan serat

TKKS dapat menghasilkan serat yang kuat dan serat tersebut bisa digunakan untuk berbagai hal, seperti bahan pengisi jok mobil dan matras, polipot (pot kecil, papan ukuran kecil, dan bahan pengepak industri).

Serat kelapa sawit berdiameter lebih besar, lebih kaku, dan lebih lentur dibanding serat kelapa. Pabrik dengan kapasitas 30 ton per tandah buah segar per jam mampu menghasilkan serat sebanyak 30 ton per hari.

Sumber karotenoid

Baca Juga:  Tips Membuat Tanaman Srikaya Rajin Berbuah

Hasil penelitian menunjukkan TKKS yang mengalami satu kali sterilisasi rata-rata mengandung karotenoid total sebesar 37,8 ppm, sedangkan TKKS yang disterilisasi dua kali rata-rata mengandung karotenoid sebesar 25,9 ppm.

Komposisi karotenoid di dalam TKSS didominasi oleh alpha-karoten, beta-karoten, lutein, dan zeakaroten. Senyawa betakaroten bersifat lebih stabil dibanding seyawa karotenoid lainnya.