Sederet Tips Sukses Budidaya Sayur Organik

Pertanianku — Berdasarkan cara budidayanya, sayuran terbagi menjadi dua jenis, yakni sayuran organik dan sayuran nonorganik. Tentunya, sayuran organik tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Budidaya sayur organik dapat menjadi salah satu pilihan usaha. Sebab, saat ini permintaan terhadap sayur organik terus naik seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap pola makan yang sehat.

budidaya sayur organik
foto: pertanianku

Sayangnya, budidaya sayuran organik tidak semudah yang dibayangkan. Budidaya ini juga kerap mengalami beberapa kendala, bahkan hasil panen sayur organik yang terkenal lebih mahal ini juga bisa tidak laku. Agar usaha budidaya sayur organik berjalan baik, simak beberapa tips di bawah ini!

Pelajari cara menanam

Sebelum terjun langsung dengan cangkul, tanah, dan bibit, Anda perlu mempelajari terlebih dahulu cara menanam yang benar. Terlebih, jika Anda baru mulai bertanam. Pelajari cara penanaman secara langsung dan cara penanaman dengan penyemaian terlebih dahulu. Penanaman secara langsung biasanya dapat dilakukan untuk tanaman sayuran daun seperti sawi, selada, kangkung, dan sebagainya.

Sementara itu, cara bertanam dengan semai biasanya digunakan untuk tanaman seperti tomat, cabai, atau terong. Penyemaian tersebut bertujuan membuat pertumbuhan tanaman lebih optimal.

Media tanam

Media tanam yang digunakan tidak selalu tanah dan penanaman dilakukan di lahan. Saat ini sudah banyak teknologi tanam yang memungkinkan Anda untuk menanam di pekarangan sempit. Tanah yang digunakan untuk bertanam harus subur, mengandung berbagai macam mineral dan unsur hara lainnya. Untuk menambah kesuburan media tanam, Anda bisa menambahkan pupuk kandang atau sekam padi.

Lakukan perawatan dengan rutin

Tanaman perlu dirawat tiap hari untuk menghindari serangan hama dan penyakit. Hama dan penyakit menjadi salah satu penghambat usaha yang dapat muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan gagal panen. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan perawatan secara rutin untuk memantau perkembangan tanaman serta hama dan penyakit.

Baca Juga:  Mentan Syahrul Dorong Hutan Sagu Papua Barat Jadi Agrowisata

Kedua hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan pestisida atau ramuan organik yang terbuat dari campuran berbagai tanaman.

Tentukan cara pemasaran yang benar

Karena sayuran organik bersifat lebih eksklusif dibanding sayuran biasa, Anda perlu memasarkan produk sayuran organik dengan cara berbeda. Misalnya, dengan menggunakan kemasan yang lebih menarik dan dipasarkan dengan teknik marketing yang informatif memanfaatkan media sosial.