Segmentasi Bisnis Beternak Ayam Broiler


Pertanianku – Segmen pasar ayam broiler berbeda antara satu daerah dengan daerah lain, tergantung pola konsumsi masyarakatnya. Oleh karena itu, segmentasi bisnis ayam broiler pun bermunculan.

Perkembangan Agribisnis Ayam Broiler

Penguasaan terhadap segmen pasar ini akan mampu meningkatkan keuntungan peternak dan meminimalisir kerugian yang mungkin timbul akibat mekanisme pasar. Hal tersebut karena peternak (terutama mandiri) akan memproduksi ayam berdasarkan kapasitas, harga, dan permintaan pasar.

  1. Segmen ayam besar

Segmen ayam besar adalah segmen ayam broiler dengan ukuran lebih dari 1,8 kg per ekor. Dagingnya akan diolah industri menjadi chicken nugget, sosis, dan katsu. Selain itu, tukangtukang satai juga lebih menyukai ayam besar karena dagingnya tebal sehingga mudah di-fillet dan dipotong-potong.

Keuntungan yang didapat peternak bisa               maksimal jika harga dan performance ayamnya bagus. Namun, kerugian yang ditimbulkan juga berpotensi besar jika harga maupun performance ayam kurang baik.

  1. Segmen ayam sedang

Ukuran ayam yang masuk dalam segmen ayam sedang adalah 1,4—1,8 kg per ekor. Ukuran ini merupakan ukuran yang banyak dibutuhkan oleh rumah potong unggas untuk keperluan restoran cepat saji, seperti CFC, McDonald, KFC, pedagang-pedagang fried chicken, dan warungwarung makan lainnya.

  1. Segmen ayam kecil

Segmen ayam kecil adalah segmen ayam broiler dengan ukuran panen 0,8—1,4 kg per ekor. Waktu panen sangat singkat, mulai umur 21 —29 hari, tergantung pertumbuhan ayam. Ukuran ayam ini banyak dibutuhkan untuk pedagang kaki lima (ayam bakar atau ayam goreng), warung-warung padang, maupun bisnis katering.

Meskipun keuntungan per ekor lebih kecil, waktu pemeliharaannya singkat dan risikonya relatif lebih rendah. Jika diakumulasikan dalam satu tahun, keuntungannya tidak kalah dengan panen ayam ukuran besar atau ayam ukuran sedang. Selain itu, kapasitas kandang bisa 2 kali lebih banyak dari panen ayam besar atau 1,5 kali dari panen ukuran sedang.

  1. Segmen ayam torolok
Baca Juga:  Lebih Sehat Daging Kambing atau Daging Domba? Ini Jawabannya!

Ayam torolok adalah ayam dengan ukuran ekstrim di bawah bobot ayam normal pada umur yang sama (30—40% di bawah bobot rata-rata). Ayam torolok umumnya memiliki ukuran kurang dari 0,7 kg per ekor. Ayam torolok tentunya tidak diinginkan oleh peternak karena mengakibatkan efisiensi pakan (FCR) menjadi buruk. Ayam torolok harus dipanen lebih dahulu karena hanya akan menghambur-hamburkan pakan jika dibesarkan.

Meskipun merugikan, peternak tetap harus mengenal segmen ini. Kasus torolok hampir pasti akan dialami oleh peternak, baik yang disebabkan oleh kualitas DOC dan pakan yang jelek maupun manajemen pemeliharaan yang kurang baik. Segmen ini harus diketahui untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

 

Sumber: Buku Paduan Lengkap Ayam Broiler

 

loading...
loading...