Segudang Manfaat Leguminosa Herba yang Belum Dimanfaatkan Secara Optimal

Pertanianku Leguminosa herba merupakan jenis leguminosa yang tumbuh merambat di atas permukaan tanah dan dapat tumbuh dengan cepat, bahkan pada tanah yang sudah kritis. Tahukah Anda, tanaman merambat ini dapat bermanfaat untuk ternak dan sebagai penutup tanah (cover crops) di areal perkebunan. Sayangnya, pemanfaatannya masih sangat terbatas.

leguminosa
foto: Wikipedia

Leguminosa tersebar luas di beberapa daerah, khususnya di daerah tropis. Mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi.

Sebagai penutup tanah, tanaman merambat memiliki kemampuan mengikat NO2 dari udara oleh asosiasi tanaman leguminosa dengan bakteri Rhizobium. Bakteri tersebut berada di bintil akar. Bakteri Rhizobium menjadi salah satu keunggulan tanaman ini karena keberadaannya dapat bersimbiosis secara mutualisme dengan tanaman utamanya yang berada di perkebunan.

Adapun sebagai pakan ternak, leguminosa dapat menjadi hijauan dengan kandungan proteinnya yang mencapai 18–22 persen. Keunggulan leguminosa juga terletak pada nilai kecernaan dan tingkat palatabilitasnya yang tinggi serta aman dikonsumsi oleh ternak ruminansia pada berbagai level pemberian.

Terdapat banyak jenis leguminosa yang dapat berperan sebagai pakan ternak ataupun penutup tanah, seperti Calopogonium mucunoides, Calopogonium caeruleum, Pueraria javanica, Lab-lab purpureus, dan lain-lain.

Mucunoides dan C. caeruleum berasal dari daerah tropis seperti Meksiko, Amerika Tengah, India, dan Amerika Selatan. Kini, legum tersebut sudah menyebar ke daerah tropis basah hingga ke Asia. Di Indonesia, kedua legum ini masuk sekitar 1990-an dan tumbuh baik di dataran rendah.

Kedua legum tersebut mampu tumbuh dengan cepat membentuk hamparan dan menutupi tanah hingga setebal 50 cm. Tanaman dapat diperbanyak melalui biji dan setek. Untuk lahan seluas 1 hektare, biji yang dibutuhkan sebanyak 1–3 kg.

Adapun legum Pueraria javanica merupakan jenis legum yang berasal dari Amerika dan Australia bagian tropis, kemudian menyebar ke Afrika, Amerika Selatan, dan Asia Tenggara. Sistem perakarannya cukup dalam sehingga legum tahan terhadap kekeringan.

Baca Juga:  Cara Mencegah Burung Kenari Stres

Terakhir, legum Lab-lab purpureus berasal dari Afrika, Amerika Tengah, dan selatan, serta beberapa negara di Asia. Legum ini termasuk tanaman perrenial dan tumbuh dengan baik di daerah tropis basah bercurah hujan 635–889 mm/tahun.