Sejarah Kucing


Pertanianku – Miacis dipercaya sebagai nenek moyang kucing, selain nenek moyang anjing dan beruang. Binatang liar yang memiliki rupa mirip musang ini hidup pada masa Eosen sekitar 50 juta tahun silam. Selanjutnya, miacis mengalami evolusi menjadi berbagai keturunan kucing.

SEJARAH KUCING

Adapun perkembangan evolusi keluarga kucing terbagi dalam tiga kelompok, yaitu Panthera, Acinonyx, dan Felis. Felis adalah sejenis kucing kecil, salah satunya african wild cat (Felis sylvestris) yang kemudian berkembang menjadi kucing modern. Berdasarkan sejarah, usaha domestikasi kucing sekitar tahun 4.000 SM di Mesir. Saat itu kucing digunakan untuk menjaga sebuah toko pangan agar terhindar dari serangan tikus. Namun, jauh sebelumnya (tahun 7.500 SM) ada usaha domestikasi kucing yang dicirikan dengan ditemukannya kerangka kucing yang dikuburkan bersama-sama manusia di sebuah makam di Shillourokambos, Cyprus. Kerangka kucing tersebut sangat mirip dengan nenek moyang kucing rumahan.

Tahun 1800-an kembali ditemukan kuburan atau tepatnya situs yang berisi 300.000 mumi kucing dalam keadaan masih utuh. Hal tersebut menandakan bahwa dahulu kucing merupakan Kucing. Hewan peliharaan yang dekat dengan manusia hewan yang istimewa. Orang Mesir kuno telah menganggap kucing sebagai penjelmaan Dewi Bast atau Bastet atau Thet, yakni salah satu tokoh dari mitologi Mesir yang tugasnya menjaga tempat.

Pada zaman tersebut, hukuman bagi mereka yang membunuh kucing adalah hukuman mati. Peraturan lainnya adalah memumikan kucing yang mati, seperti halnya pada manusia. Abad pertengahan, kucing juga sering dianggap berasosiasi dengan penyihir dan sering dibunuh dengan cara dibakar atau dilempar dari tempat tinggi. Beberapa ahli sejarah mengatakan bahwa takhayul seperti inilah penyebab terjadinya penyebaran wabah black death (wabah hitam) dengan cepat. Black death atau kematian hitam adalah pandemik hebat yang pertama kali melanda Eropa pada pertengahan hingga akhir abad ke-14 (1347—1351) dan membunuh dua pertiga populasi warga Eropa. Banyaknya kematian saat itu menyebabkan banyak orang percaya bahwa setan penyebab penyakit tersebut. Akibatnya, banyak kucing dibunuh di Eropa saat itu sehingga populasi kucing menurun dan jumlah tikus bertambah. Padahal, tikus yang membawa wabah black death atau saat ini diketahui dengan penyakit pes.

Saat ini, banyak orang masih percaya bahwa kucing hitam adalah pembawa sial. Cukup banyak yang menghubungkan kucing dengan dunia sihir. Di Amerika, misalnya saat perayaan haloween, kucing hitam dipercaya sebagai setannya. Namun, ada juga yang percaya bahwa kucing hitam justru membawa keberuntungan. Penganut Wicca dan Neopaganisme mempercayai bahwa kucing sebenarnya baik karena memiliki kemampuan berhubungan dengan dunia lain atau dapat merasakan adanya roh jahat.

Mitos di Indonesia tentang kucing adalah seseorang akan memperoleh kesialan jika menabrak kucing dan meninggalkannya. Namun, sebenarnya maksud dari pesan tersebut adalah mengajarkan agar bertanggung jawab dan menguburkan kucing jika hal tersebut terjadi. Selain berbuat baik pada hewan, perbuatan tersebut juga menghindarkan penyakit yang timbul dari bangkainya.

 

Sumber: Buku Paduan Lengkap Kucing

loading...
loading...