Sejarah Penggunaan Microgreens


Pertanianku — Sayuran microgreens adalah jenis sayuran baru yang memiliki beberapa keunggulan dibanding sayuran biasa. Sayuran microgreens disebut-sebut memiliki banyak kandungan minyak nabati dan protein yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, bagaimana sejarah penggunaan microgreens tersebut?

sejarah penggunaan microgreens
Foto: Google Image

Seperti Candi Borobudur, penggunaan microgreens juga memiliki sejarah yang patut diketahui banyak orang. Menurut sumber yang terpercaya, tanaman atau sayuran microgreens ini pertama kali digunakan atau dimanfaatkan oleh para chef. Mereka memiliki tujuan mulia di awal penggunaan microgreens.

Di tempat mereka bekerja, para chef berusaha untuk bisa menyajikan menu sayuran yang segar. Nah, untuk dapat menyajikan menu ini, para chef menanam tanaman microgreens di dapur mereka sendiri. Sebab, microgreens dapat ditanam di lahan sempit bahkan di dapur sekalipun.

Dengan menanam microgreens di dapur, para chef dapat secara praktis memanen sayuran sesaat sebelum memasaknya. Namun, selain karena faktor tersebut, kesegaran makanan dari microgreens juga dipengaruhi oleh banyaknya nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan. Seorang peneliti dari U.S Departement of Agriculture, Gene Lester, telah melakukan penelitian tentang microgreens dan ia mengaku terkejut dengan hasil penelitiannya. Ia melakukan penelitian terhadap microgreens bersama tim dari University of Maryland.

Lester dan tim melakukan penelitian terhadap 25 jenis tanaman microgreens. Penelitian yang dilakukan terhadap 25 jenis tanaman ini ditujukan untuk menguji kandungan nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Hasilnya, dari 25 jenis micrigreens, hampir semuanya memiliki kandungan nutrisi yang levelnya 4 kali lebih tinggi dari sayuran dewasa. Adapun berbagai nutrisi yang terlihat di dalam kandungan microgreens di antaranya vitamin dan phytochemical, seperti vitamin C, vitamin E, vitami B1 dan betakaroten. Hasil penelitian tersebut diterbitkan pada Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Sementara itu, hasil penelitian yang menyebutkan microgreens memiliki kandungan gizi yang lebih baik juga disetujui oleh seorang profesor, Bhimu Patil. Ia adalah profesor dari Horticulture and Director of the Vegetable and Fruit Improvement Center di Texas A&M University. Agar mengetahui perbedaan dari berbagai sisi, Bhimu menyarankan untuk terus dilakukan berbagai penelitian mengenai microgreens tersebut.

Baca Juga:  Sukses Bertanam Daun Antanan di Pekarangan dengan Mudah