Sejarah Perjalanan Buah Anggur


Pertanianku Sejarah perjalanan buah anggur memang mampu menarik perhatian beberapa pakar biologi dan pertanian yang berusaha menguak asal-usul tanaman buah ini. Konon, sumber genetik asli tanaman anggur terdapat di daerah Armenia (Rusia), di dekat Laut Kaspi.

Sejarah perjalanan buah anggur
Foto: Pixabay

Anggur yang mulanya dikenal dari jenis anggur liar yang tumbuh di sekitar pegunungan Kaukasus bagian Tenggara, kemudian menyebar ke Asia Kecil, Yunani, dan Mesir. Kemudian, dari Yunani menyebar ke daratan Eropa, Afrika, Australia, Asia, dan Amerika.

Orang mulai mengenal anggur pada abad ke-2 Setelah Masehi. Saat itu tanaman anggur belum dibudidayakan, namun hasilnya sudah dibuat minuman (wine). Orang-orang romawi mengenal tanaman anggur jenis Vitis vinifera sebagai bahan baku minuman. Anggur jenis ini dengan cepat menyebar ke Mediterania hingga kawasan Afrika Utara dan dikenal sebagai anggur buah segar.

Jenis anggur yang banyak dibudidayakan di dunia berasal dari spesies Vitis vinifera. Maka, tak heran bila Nikolai Ivanovich Vavilov, ahli botani Soviet yang melakukan ekspedisi pada 1887—1942 ke berbagai negara di dunia, memastikan bahwa sentrum asal tanaman anggur (V. vinifera) adalah kawasan Asia Tengah dan Timur Dekat.

Budidaya anggur mulai dikenal di Timur Tengah pada 4000 Sebelum Masehi. Namun, teknologi pengolahan anggur menjadi minuman (wine) baru ditemukan oleh orang Mesir pada 2500 SM.

Teknologi budidaya dan pembuatan minuman anggur yang dikembangkan di Mesir meluas ke kawasan Laut Hitam sampai Spanyol, bahkan berkembang pesat di Jerman, Prancis, dan Australia setelah kerajaan Romawi jatuh. Columbus membawa tanaman anggur ke Meksiko, Asia Selatan, Afrika Selatan, Australia, dan California.

The New York Agricultural Experiment Station pada 1906 menghasilkan 46 varietas anggur buah dan varietas anggur minuman. Kini lembaga penelitian tersebut mengoleksi ribuan plasma nutfah anggur asli dari berbagai jenis.

Baca Juga:  Kenali Penyakit Utama pada Budidaya Benih Cabai

Untuk menghasilkan varietas unggul baru diperlukan waktu minimal lima tahun, kemudian selama 10 tahun berikutnya tanaman atau varietas baru itu dievaluasi sehingga akhirnya hanya satu atau dua varietas yang terpilih. Selanjutnya, anggur varietas yang terpilih diberi nama dan diperkenalkan ke masyarakat.

Kini varietas-varietas anggur yang ditanam di berbagai negara di dunia makin beragam dan terus bertambah jumlahnya, baik varietas anggur minuman, buah berbiji, buah nonbiji maupun anggur kismis. Namun, sebagian besar varietas anggur komersial yang dibudidayakan di dunia mulanya berasal dari dua jenis (spesies) asli, yaitu V. vinifera dan V. labrusca.

Jenis anggur V. vinifera dikenal sebagai anggur eropa atau anggur buah segar. Sementara, V. labrusca disebut anggur Amerika atau anggur bahan baku minuman (wine). Dalam perkembangan selanjutnya, beberapa negara di dunia membuka perkebunan anggur. Di Asia misalnya, perkebunan anggur dibuka di Thailand, Jepang, RRT, dan Taiwan.

Tanaman anggur diperkenalkan ke Indonesia pada abad ke-17 yang dilakukan oleh pemerintah Hindia-Belanda. Daerah sentrum produksi anggur di Indonesia meliputi daerah Probolinggo, Pasuruan, Panarukan (Jawa Timur), Buleleng (Bali), dan Kupang (NTT).