Sejarah Usahatani


Pertanianku – Sejarah pertanian dimulai dari adanya pembagian tugas antara pria dan wanita. Wanita menerima kodrat untuk melahirkan sekaligus bertugas memelihara anak-anak, sedangkan pria melakukan kegiatan berburu. Oleh karena kodrat dan tugasnya memelihara anak-anak yang dilahirkan, maka wanita secara langsung yang menyediakan makanan. Kegiatan menyediakan makanan dimulai dengan mengumpulkan berbagai tanaman umbi-umbian, jamur dan binatang kecil. Oleh karena kecintaannya akan kehidupan maka wanita juga belajar untuk menanam biji-bijian, umbiumbian, dan memelihara ternak sehingga akhirnya mengenal berbagai jenis tanaman pangan yang dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup.

Pemilihan Lahan Cabai yang Baik

Kegiatan tersebut yang sekarang ini dikenal dengan sistem bercocok tanaman (Suratiyah, 1983: 18—19). Dalam sejarah juga tercatat bahwa wanita yang membuat berbagai alat untuk menunjang kehidupan dan kesehatannya sendiri sehingga wanitalah yang menciptakan tikar, periuk, tembikar, serta menemukan berbagai tanaman obat dan meramunya begitu juga dengn memintal serat untuk pakaian. Dengan demikian, wanita juga dinyatakan sebagai pembangun kultur pertama (Suratiyah, 1983 : 20).

Berdasarkan kegiatan wanita tersebut maka terciptalah mata pencaharian pertanian. Pada dasarnya mata pencaharian dalam masyarakat dapat digolongkan dalam 5 tahap secara berurutan sebagai berikut.

  1. Pengumpulan, yaitu kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhannya dengan mengumpulkan apa yang dihasilkan oleh alam berupa hasil hutan, binatang, mineral dan laut, serta sungai. Pada taraf ini manusia belum berusaha untuk meningkatkan kuantitas, hanya mengumpulkan sesuai dengan kebutuhan saja. Tentu saja makin banyak jumlah anggota keluarganya makin banyak pula jumlah yang harus dikumpulkan.
  2. Pertanian, yaitu kegiatan manusia untuk mengembangbiakkan (reproduction) tumbuhan dan hewan dengan maksud agar lebih baik dalam arti kuantitas, kualitas, dan ekonomis. Artinya dengan biaya produksi yang rendah menghasilkan produk yang tinggi dengan kualitas yang lebih baik seperti tahan hama atau penyakit. Pada taraf ini manusia telah mulai berusaha dengan tujuan tertentu. Dalam pertanian ada 2 sistem yaitu (1) sistem pertanian ladang dengan faktor produksi utamanya hanya alam, selalu berpindah-pindah mencari lahan subur dan (2) sistem pertanian menetap dengan faktor produksinya selain alam yang mengikutsertakan modal dan tenaga. Pada sistem ke-2 ini sudah ada usaha untuk menjaga dan mengembalikan kesuburan tanah dengan cara pemupukan, pembuatan tanggul, terasering, dan pengolahan tanah yang baik.
  3. Perindustrian, yaitu kegiatan manusia mengubah bentuk hasil pertanian sehingga dapat memenuhi kebutuhan manusia denganlebih baik. Kegiatan ini ada beberapa tingkatan, dari yang sederhana yang dilakukan dengan tangan, dengan mesin, serta yang semuanya serba otomatis. Berdasarkan skala usahanya, dapat berupa industri kecil termasuk industri rumah tangga, industri menengah, dan industri besar.
  4. Perdagangan, yaitu kegiatan manusia untuk mengubah tempat, waktu, serta pemilihan hasil pengumpulan, pertanian, dan perindustrian agar hasil tersebut lebih baik. Kegiatan ini mempertemukan petani sebagai produsen dan pembeli sebagai konsumen sehingga dalam kegiatan ini meliputi sortasi, penyimpanan, pengangkutan, pengepakan, dan sebagainya.
  5. Jasa–jasa lain, yaitu berbagai kegiatan manusia untuk memperlancar jalannya kegiatan terdahulu.
Baca Juga:  Mentan Tantang IPB Ciptakan Alat Sensor Tanah

 

Sumber: Buku Ilmu Usaha Tani

 

loading...
loading...