Sejumlah Perusahaan Diduga Mainkan Harga Bawang Putih


Pertanianku – Menjelang Idul Fitri mendatang dikabarkan harga bawang putih akan melonjak. Hal ini diduga merupakan permainan pelaku usaha. Hal tersebut dingkapkan berdasarkan hasil penyelidikan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Wakil Ketua KPPU, R. Kurnia Sya’ranie mengungkapkan bahwa ada beberapa indikasi penyebab tingginya harga bawang putih. Padahal, harga bawang putih normalnya, yaitu Rp38.000 per kilogram (kg).

“Ada surat edaran Mendag, diminta komitmen asosiasi bawang putih agar harga Rp38 ribu per kilogram,” kata Kurnia, seperti mengutip Detik (13/6).

Berdasarkan hasil investigasi, ada sekelompok pelaku usaha menguasai 50% bisnis bawang putih dan itu memengaruhi ketergantungan konsumen terhadap kebutuhan bawang putih.

“Yang satu kelompok kuasai 50% itu ada 6 pelaku usaha. Masih penyelidikan, itu lokasinya tersebar,” ujar Kurnia.

Kurnia menjelaskan, bawang putih merupakan bahan pokok yang tidak bisa digantikan bahan lainnya. Oleh sebab itu, konsumen akan membeli meski harga naik. Namun, hal itu tentu saja merugikan konsumen.

“Bawang putih kan tidak bisa diganti bawang lain, maka ini jadi perhatian KPPU,” tegasnya.

Penyelidikan oleh KPPU masih terus dilanjutkan. Kurnia mengatakan KPPU merupakan anggota Satgas Pangan yang juga diberi kewenangan. Oleh sebab itu ia berharap para pengusaha atau pedagang jangan bermain-main dengan harga karena beberapa sudah kepergok.

“Jangan main-main dengan harga yang sudah ditentukan pemerintah,” tutup Kurnia.

Baca Juga:  Begini Cara Kementan Jaga Produksi Padi
loading...
loading...