Sekilas Tentang Produksi Ayam


Pertanianku – Produksi adalah kegiatan untuk mengubah bahan baku menjadi bahan lain melalui suatu proses. Produksi dalam beternak ayam kampung yang berperan sebagai mesinnya adalah ayam kampung, sedangkan inti mesin itu adalah nyawanya. Adapun operator mesin adalah peternak. Kehebat produksi dari “mesin hidup” ini tentunya tergantung pada kualitas dan kuantitas bahan baku, seperti bibit, makanan, kandang, dan alat-alat untuk pemeliharaan. Bila makanan, pemeliharaan, kesehatan, dan kandangnya baik maka hasil produksi pun akan baik pula.

Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Ayam Buras

Hasil produksi merupakan akhir dari kegiatan produksi. Hasil inilah yang dijadikan komoditas bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan. Hasil dari produksi ayam kampung berupa telur, daging, tinja, dan bulu.

Hasil yang komersial adalah hasil yang laku dijual di pasar, hasil yang bernilai pasar tinggi, atau hasil yang menguntungkan. Hingga saat ini, telur dan daging ayam kampung itulah yang memenuhi kriteria sebagai komoditas komersial. Dahulu tinja tidak mempunyai arti, tetapi kini ada permintaan dari para petani sebagai kompos. Baik dan buruknya kualitas dan kuantitas hasil produksi sangat tergantung pada aktivitas produksi.

Tinggi atau rendahnya produksi sangat tergantung pada “mesin hidup” itu. Dalam hal ini tergantung pada sifat kebakaan atau genetisnya. Berbeda dengan ayam ras yang sifat genetisnya telah diarahkan untuk produksi tinggi, ayam kampung keragaman genetis atau turunannya cenderung besar dan belum diarahkan. Jadi, dalam suatu aktivitas apapun, tinggi atau rendahnya produksi dapat diukur dengan melihat efisiensi produksi.

Efisiensi produksi merupakan perbandingan antara besarnya bahan baku yang digunakan dengan hasil yang diperoleh. Pengukuran efisiensi produksi diperoleh dari perbandingan banyaknya makanan yang dimakan ayam dengan timbunan daging dalam tubuhnya dan telur yang dihasilkan. Semakin sedikit bahan bakunya atau semakin banyak hasil yang diperoleh dari bahan baku yang tetap akan semakin efisien produksi itu. Sayangnya, sifat genetis ayam kampung belum diarahkan untuk itu.

Baca Juga:  Terungkap! Kenapa Ayam Berkokok di Pagi Hari?

Jadi, untuk ayam kampung kita tidak melihat ukuran efisiensi produksinya, tetapi yang dilihat optimalisasi produksinya. Bila sudah ada kata “optimal”, artinya sudah melibatkan harga telur dan daging serta biaya produksi. Jadi, di sini kita melihat dari dua sisi, yang pertama biaya dan yang kedua penerimaan serta efisiensi produksi. Dengan kata lain, kalkulasi keuntungan atau kerugian itulah yang kelak digunakan untuk tinjauan.

 

 

Sumber: Buku Enam Kunci Sukses Beternak Ayam Kampung