Sektor Pertanian Bukan Hanya Urusan Petani


Pertanianku – Sektor pertanian merupakan salah satu ujung tombak negara. Itu sebabnya di sektor tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak untuk membangun dan mengembangkannya ke arah lebih baik, guna mewujudkan swasembada pangan.

Foto: pixabay

Sektor pertanian di Indonesia saat ini membutuhkan banyak pihak. Tujuannya, mendorong lebih banyak kewirausahaan sosial yang berkembang di Indonesia yang pada akhirnya membantu menyelesaikan masalah kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Hal tersebut diungkapkan oleh Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Member of Board of Trustee Bina Swadaya, Bayu Krisnamurthi.

“Urusan pertanian 75 persennya bukan berada di petani,” terang Bayu dalam 2nd Social Enterprise Advocacy and Leveraging (SEAL) Conference di Kuta, dilansir dari Republika (27/9).

Sebagai contoh, Bayu mengatakan bahwa Kota Jakarta dan sekitarnya membutuhkan ribuan ton pepaya setiap harinya. Kondisi berbeda, justru dialami oleh Kebumen Jawa Tengah yang justru produksi pepayanya sangat melimpah.

“Hal pertama perlu dilakukan adalah kemampuan memetakan dimana sebetulnya sebuah produk harus dipasarkan,” ujarnya.

Kopi Kintamani, kata mantan Wakil Menteri Pertanian ini, tidak akan laku keras jika dijual di provinsi asalnya, Bali. Namun, kopi Kintamani justru laku keras di New York, Kuala Lumpur, dan Singapura.

Petani-petani kopi Bali binaan Bina Swadaya misalnya, membutuhkan waktu yang tidak singkat sampai produk kopi mereka bisa diterima di pasar luar negeri. Tahapan yang perlu dilalui antara lain memastikan kopi Kintamani harus organik, terjamin kualitasnya dengan cara disertifikasi, dan jaminan memberi harga fair kepada petani kopi.

Petani yang menjual produk-produknya secara tradisional, tidak akan memetik keuntungan sebesar petani yang melakukan branding pada produknya. Perbedaan keuntungan tersebut bisa lebih dari tiga kali lipat.

Baca Juga:  Mayoritas Penduduk AS Tidak Mencukupi Konsumsi Buah dan Sayur

“Sebuah produk pertanian hendaknya sudah didedikasikan untuk target pasar tertentu,” tutur Bayu.

Seperti yang diketahui, sektor yang paling potensial untuk dikembangkan adalah pertanian dengan presentase sebesar 55 persen, layanan jasa keuangan (20 persen), kesehatan (10 persen), pendidikan (10 persen), dan akuakultur atau perikanan (lima persen). Sektor pertanian adalah sektor paling potensial, tapi tak begitu digemari anak-anak muda.

“Dalam tahap ini, pemerintah menginspirasi mereka dulu dan memberi mereka keyakinan baru bahwa sektor pertanian sesungguhnya sangat menjanjikan,” ungkapnya.

loading...
loading...