Sektor Pertanian Mulai “Ditinggal” Generasi Muda

Pertanianku — Suatu kebanggaan bagi Indonesia karena memiliki tanah yang subur sehingga tanaman bisa tumbuh dengan mudah di atasnya. Sayangnya, dari segi ekonomi, sektor pertanian dan perkebunan saat ini tidak sebaik yang kita kira. Di Indonesia kini telah banyak beralih dari sektor pertanian ke manufaktur dan kemudian banyak merambah jasa seperti e-commerce.

sektor pertanian
Foto: Shutterstock

Kekhawatiran pun muncul tentang prospek sektor pertanian dan lapangan kerjanya ke depannya. Masa depan sektor pertanian pun bisa terancam mengingat lahan persawahan diprediksi terus menyusut setiap tahun.

Banyak anak muda enggan bekerja di pertanian atau perkebunan

Seorang pakar mengungkapkan fakta yang dia temukan melalui survei di kalangan mahasiswa. Dia bertanya, apakah mereka ingin bekerja di sektor pertanian atau perkebunan setelah lulus kuliah. Hasilnya, tidak ada satu pun responden yang menjawab mau bekerja di sektor ini setelah lulus.

Lantas, bagaimana peluang besar bagi pekerja di bidang pertanian?

Dikarenakan banyak anak muda yang tidak mau bekerja di kebun, artinya peluang untuk penyerapan tenaga kerja pada bidang pertanian sangat terbuka luas. Sektor pertanian kian tergusur juga tampak pada luasan lahan persawahan yang juga terus menyusut setiap tahunnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018 tercatat 7,1 juta hektare (ha).

Luasan itu menurun jika dibandingkan 2017, yakni seluas 7,75 juta ha. Diprediksi, setiap tahun area persawahan terus berkurang. Tahun depan, lahan sawah di Indonesia bisa berkurang lagi hingga 1,4 juta ha. Pengurangan yang cukup signifikan tersebut dikarenakan dari hasil verifikasi langsung ke lapangan menemukan banyak lahan sawah yang ternyata sudah memiliki izin alih fungsi. Ada yang berubah menjadi mal, ada yang menjadi bangunan lain.

Baca Juga:  Mentan Sebut Posisi Pangan Indonesia Semakin Baik
Loading...