Seledri

Pertanianku – Seledri (Apium graveolens L.) merupakan terna tegak, tahunan, dan memiliki tinggi sekitar 25—100 cm. Batang seledri bersegi dan beralur membujur. Bunganya banyak, kecil-kecil, berwarna putih atau putih kehijauan.

Seledri

  1. Syarat tumbuh

Tanaman seledri dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi. Suhu lingkungan yang sesuai pada kisaran 7—16° C. Tanaman ini cocok ditanam di tempat yang lembap dan subur. Tanah yang baik untuk areal penanamannya adalah tanah subur dan gembur dengan pH 5,5—6,8.

Loading...
  1. Penanaman

Tanaman seledri dikembangbiakkan melalui biji dan pangkal batang yang ada akarnya. Oleh karena itu, untuk mendapatkan pertumbuhan dan produksi yang baik maka harus ditunjang dengan benih yang bermutu. Sebelum disemaikan, sebaiknya biji seledri direndam dalam air dengan suhu 50o C selama 15 menit untuk merangsang perkecambahan.

Tahapan penyemaian dan penanaman seledri sebagai berikut.

– Semai benih pada wadah plastik datar yang berisi campuran media tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1.

– Jaga kelembapan benih dengan menyimpannya di tempat yang terlindungi dari sinar matahari langsung dan angin. Selain itu, lakukan pula penyiraman apabila benih mulai terlihat kering sehingga dapat berkecambah.

– Pindahkan bibit ke dalam pot setelah dua minggu persemaian. Media yang digunakan sama dengan media pada penyemaian.

– Beri pupuk kandang untuk menjaga ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman seledri. Pemberian pupuk dilakukan pada saat penanaman dan pertengahan masa panen.

– Lindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit dengan memberinya biopestisida. Jika ada daun yang terserang hama, segera potong dan buang.

– Lakukan pemanenan dengan cara memotong pangkal batang tepat di atas akar. Panen bagian daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Seledri dapat dipanen setelah tanaman berumur 6—8 minggu.

Baca Juga:  Apa itu Makro Alga?

 

Sumber: Buku 15 Sayuran Organik Dalam Pot

 

Loading...
Loading...