Seorang Nenek di Australia Tewas Dipatuk Ayam

Pertanianku — Seseorang bisa meninggal karena serangan hewan buas atau beracun. Namun yang mengherankan, seorang nenek berusia 76 tahun di Australia tewas setelah dipatuk ayam. Patukan ayam membuat sang nenek mengeluarkan banyak darah di bagian kaki.

dipatuk ayam
Foto: Pixabay

Insiden dipatuk ayam ini terjadi akhir Agustus lalu saat si nenek sedang mengumpulkan telur ayam di tanah miliknya, di sebuah pedesaan di Australia. Berdasarkan laporan di jurnal Forensic Science, Medicine, and Pathology, patukan ayam di kaki kiri tersebut menyebabkan pendarahan hebat sehingga membuat sang nenek pingsan.

Profesor Patologi dari University of Adelaide, Roger Byard menjelaskan kasus dipatuk ayam merupakan kasus yang jarang terjadi. Meski demikian, kasus ini tak boleh dianggap remeh.


Loading...

“Kasus ini menunjukkan bahwa hewan peliharaan yang relatif kecil pun dapat menimbulkan cedera mematikan pada individu jika ada kerentanan vaskular spesifik yang ada,” kata Byard dalam laporan itu, dikutip dari Live Science.

Saat perempuan tua itu diautopsi, ditemukan dua luka robek kecil di kakinya, salah satunya adalah varises yang besar dan membengkak. Dokter lalu menyimpulkan bahwa nenek tersebut meninggal dunia karena patokan ayam membuat pendarahan di bagian varises.

Menurut National Institutes of Health, varises yang membengkak termasuk dalam masalah kesehatan. Pembuluh darah ini berada tepat di bawah kulit. Kondisi ini sangat umum terjadi ketika katup di dalam pembuluh darah lemah atau rusak.

Varises biasanya tidak berbahaya. Tapi, dalam kasus yang jarang, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi, termasuk pendarahan yang sulit dihentikan. Sebuah penelitian menunjukkan kondisi varises yang membengkak terutama pada orang yang sudah memiliki penyakit kronis seperti penyakit jantung, dapat meningkatkan risiko kematian akibat pendarahan.

Baca Juga:  Garam Lokal Kembali Bersinar di Pasar Industri

Pada kasus ini, sang nenek memang memiliki penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2. Oleh karena itu, selalu perhatikan kesehatan Anda.

Loading...
Loading...