Serapan Gabah Petani oleh Bulog Melonjak

0

Pertanianku – Penyerapan gabah milik petani yang dilakukan oleh Perum Bulog Subdivisi Regional Banyumas, Jawa Tengah, kembali bergairah dan meningkat setelah sebelumnya sempat lesu.

“Dalam beberapa waktu terakhir volume gabah yang masuk ke gudang-gudang Bulog Banyumas kembali meningkat karena beberapa wilayah telah memasuki masa panen,” kata Kepala Bulog Banyumas Setio Wastono di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, belum lama ini melansir Republika (13/7).

Penyerapan gabah oleh Bulog Banyumas sempat lesu saat petani belum memasuki masa panen. Selain itu, kata dia, banyak petani yang memilih menyimpan sebagian gabah mereka untuk keperluan Lebaran.

Dengan demikian, volume gabah yang masuk ke gudang Bulog Banyumas saat itu rata-rata di bawah 100 ton per hari. “Namun dalam beberapa waktu terakhir meningkat hingga kisaran 200—300 ton per hari,” paparnya.

Setio mengaku harga gabah kering panen (GKP) di sejumlah wilayah yang telah memasuki masa panen masih tinggi karena mencapai Rp3.800 per kilogram (kg) atau di atas harga pembelian pemerintah (HPP) yang sebesar Rp3.700 per kg. Selain karena baru memasuki masa panen, dia menduga masih tingginya harga GKP itu juga disebabkan oleh serangan hama wereng yang berdampak pada penurunan produksi padi.

“Kami optimistis prognosa penyerapan gabah sebanyak 85.000 ton pada 2017 ini tercapai karena masa panen sekarang ‘lumintu’ atau berkelanjutan,” ucapnya.

Ia mengatakan hingga saat ini, realisasi penyerapan gabah yang dilaksanakan Bulog Banyumas telah mencapai 25 ribu ton setara beras atau sekitar 50 ribu ton gabah. Sementara, stok beras di gudang-gudang Bulog Banyumas, lanjut Setio, diperkirakan masih mencukupi kebutuhan hingga September 2017 mendatang.

loading...
loading...