Serba-serbi Ternak Tikus Putih yang Harus Anda Ketahui

Pertanianku — Tikus putih merupakan salah satu hewan yang berpotensial untuk diternakkan karena permintaannya terbilang cukup tinggi. Umumnya, hasil ternak tikus putih untuk keperluan penelitan, pakan hewan reptil, atau bahkan dijadikan sebagai hewan peliharaan karena penampilannya yang lucu dan menggemaskan.

ternak tikus putih
foto: Pertanianku

Beternak tikus putih memang tidak begitu sulit mengingat tingkat produktivitas tikus itu sendiri cukup tinggi. Tidak ada perlakuan khusus yang perlu Anda lakukan ketika beternak, tetapi Anda harus memahami beberapa hal sebelum memutuskan untuk beternak tikus putih.

Tidak suka tempat kotor

Apabila selama ini tikus terkenal sebagai hewan yang menyukai tempat kotor, tetapi hal tersebut tidak terjadi pada tikus putih. Tikus ini tidak menyukai tempat kotor sehingga kandang atau wadah yang digunakan untuk beternak harus rutin dibersihkan setiap 3—7 hari sekali, bergantung pada banyaknya tikus di dalam wadah tersebut.

Sirkulasi udara ruang ternak harus berjalan lancar

Tidak hanya kandang atau wadah yang harus bersih, ruangan yang digunakan untuk beternak juga harus dalam keadaan bersih. Anda harus memastikan sirkulasi ruangan tersebut lancar. Jika tidak memiliki jendela atau ventilasi, Anda perlu memberikan exhaust fan agar bau dari kandang tikus dapat berkurang.

Pangsa pasar

Sudah dijelaskan sebelumnya, pangsa pasar tikus putih adalah badan penelitian, pakan hewan, dan hewan peliharaan. Jika memilih pangsa pasar penelitian, Anda perlu menangani tikus secara ekstra karena tikus harus bersih, bahkan steril dan seragam. Tikus-tikus tersebut harus memiliki bobot yang seragam.

Pangsa pasar sebagai bahan penelitian memang cukup sulit ditembus, biasanya instansi lebih memilih tikus putih yang disertai dengan surat keterangan sehat dari dokter hewan sebagai objek penelitian. Selain itu, tikus penelitian juga harus memiliki catatan riwayat indukannya karena hanya tikus yang berasal dari galur murni yang dapat digunakan. Oleh karena itu, harga tikus putih yang sehat jauh lebih mahal dibanding tikus yang diapkir.

Baca Juga:  Kiat-kiat Beternak Cacing Sutera di Nampan

Ciri-ciri tikus yang harus diapkir

Ada kalanya pertumbuhan tikus terlihat tidak normal atau cacat, tikus tersebut sudah harus diapkir. Kondisi yang mengharuskan tikus diapkir di antaranya pertumbuhan yang lambat dan bobotnya tidak mencapai 200 gram ketika berumur dua bulan, bahkan kurang dari 150 gram. Selain itu, tikus yang mengalami gangguan saraf yang ditandai dengan posisi kepala dan jalannya miring juga perlu diapkir.

Tikus yang lahir dan memiliki cacat secara genetis yang ditandai dengan struktur tubuh yang tidak lengkap seperti ekor pendek atau tidak memiliki ekor juga perlu diapkir.